Figur Perempuan Inspiratif di Parlemen, Hj. Qonita Lutfiyah Tekankan Perubahan Nyata di HUT ke-27 Depok

Depok | Sketsa Online – Di tengah dinamika pembangunan perkotaan, kehadiran perempuan dalam ruang pengambilan kebijakan menjadi semakin penting.

Sosok Dr. Hj. Qonita Lutfiyah, S.E., M.M tampil sebagai representasi figur perempuan inspiratif di parlemen yang tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga membawa semangat perubahan yang berakar pada kepentingan masyarakat.

Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Depok, pada Kamis (23/4/2026), ia menegaskan bahwa kemajuan kota harus ditopang oleh perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh warga.

Bagi Hj. Qonita, usia 27 tahun bukan sekadar angka, melainkan refleksi perjalanan panjang sebuah kota dalam membangun fondasi yang kokoh. Ia menilai, fase ini menunjukkan bahwa Depok telah memasuki tahap kematangan, di mana pengalaman pemerintahan, kualitas kebijakan, serta peran aktif para pemangku kepentingan semakin teruji.

Baca juga:  Ketua DPRD Depok Genjot Pelaksanaan Perda Kepemudaan, Instruksi Tegas Bangkitkan Gerakan Pemuda

“Usia 27 tahun bukan lagi usia muda bagi Kota Depok. Ini menandakan bahwa kota ini sudah semakin matang, baik dari sisi pengalaman pemerintahan maupun peran para stakeholder yang membangun Depok secara bertahap dan tidak instan,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kematangan tidak boleh membuat lengah. Justru, menurutnya, ini adalah titik krusial untuk mempercepat transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih berkualitas, serta pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

“Kematangan itu harus diiringi dengan keberanian untuk berubah. Kita harus tetap fokus pada pelayanan kesehatan dan pelayanan masyarakat secara umum, serta menciptakan manajemen pemerintahan yang baik. Jangan cepat puas dengan apa yang sudah dicapai,” tegasnya.

Baca juga:  Patahkan Stigma! H. Hamzah Ajak Semua Kalangan Berani Main Golf

Tak hanya itu, Hj. Qonita menekankan bahwa perubahan nyata tidak selalu identik dengan pembangunan berskala besar, melainkan hadir dari konsistensi dalam memperbaiki hal-hal mendasar yang langsung menyentuh kehidupan warga. Mulai dari kualitas layanan publik yang merata, birokrasi yang responsif, hingga kebijakan yang transparan dan akuntabel.

Sebagai wakil rakyat, ia juga melihat masyarakat bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki peran strategis. Partisipasi aktif warga dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan mendukung program-program yang ada dinilai menjadi kunci terciptanya pembangunan yang berkelanjutan.

“Masyarakat memiliki andil penting dalam pembangunan. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga bagian dari proses. Dari pengawasan hingga dukungan terhadap program pemerintah, semua itu menentukan arah kemajuan kota,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hj. Qonita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif bahwa perubahan adalah tanggung jawab bersama. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

Baca juga:  Doa Bersama dan Tabur Bunga di Bekasi, Wawali Kenang Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL

Dalam konteks ini, ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan. Menurutnya, perempuan memiliki perspektif, ketangguhan, dan kepedulian yang mampu memperkaya arah kebijakan publik, sekaligus menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Di usia ke-27 ini, ia berharap Depok tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga tumbuh sebagai kota yang berkarakter mengutamakan pelayanan, menjunjung nilai transparansi, serta mendorong partisipasi aktif warganya.

“Perubahan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya. Itulah tujuan utama pembangunan yang harus terus kita jaga bersama,” tutupnya. (el’s)

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...