Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum muhasabah diri untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok, Iwan Setiawan, saat merefleksikan makna Idul Adha 1447 H sebagai pengingat agar manusia tidak terjebak dalam sikap egois, materialistis, serta hanya berorientasi pada kepentingan pribadi.

Menurutnya, esensi kurban sejatinya bukan hanya terletak pada penyembelihan hewan, melainkan bagaimana manusia mampu “menyembelih” ego, keserakahan, dan sifat individualistis yang dapat mengikis nilai kemanusiaan.

“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian. Bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana manusia belajar menyembelih ego dan lebih peduli terhadap sesama,” ujar Iwan Setiawan, Kamis (28/5/2026).

Baca juga:  Soskom Edi Masturo Hadirkan Strategi Kolaboratif Awasi Perizinan, Wujudkan Depok Tertib

Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan teladan tentang ketaatan, ketulusan, serta keberanian berkorban demi nilai yang lebih besar. Dari peristiwa tersebut, masyarakat diajarkan bahwa kehidupan tidak semata berbicara tentang kepentingan diri sendiri, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.

Lebih lanjut, Iwan menilai masyarakat modern saat ini sering dihadapkan pada budaya materialisme, pencitraan, hingga persaingan sosial yang berlebihan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi melahirkan sikap individualistis dan menurunkan rasa empati terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, momentum Idul Adha dinilai sangat relevan sebagai sarana introspeksi diri agar manusia tetap menjaga nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kurban mengingatkan kita bahwa manusia tidak boleh diperbudak oleh ego dan ambisi duniawi. Ada nilai keikhlasan, solidaritas sosial, dan tanggung jawab terhadap sesama yang harus terus dijaga,” katanya.

Baca juga:  Diserbu Ratusan Warga! H. Imam Turidi Tegaskan Program Kesehatan Gratis PDI-P Bukti Nyata Keberpihakan pada Rakyat

Ia juga menilai pembagian daging kurban kepada masyarakat menjadi bentuk nyata pendidikan sosial dalam Islam. Melalui semangat berbagi tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa kebahagiaan tidak seharusnya dinikmati sendiri, melainkan turut dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

Menurut Iwan, nilai solidaritas dalam Idul Adha menjadi semakin penting di tengah masih adanya kesenjangan sosial di masyarakat. Semangat berbagi dan saling membantu diyakini mampu memperkuat ikatan persaudaraan sekaligus menghadirkan rasa keadilan sosial.

“Idul Adha mengajarkan bahwa manusia terbaik adalah yang mampu memberi manfaat bagi orang lain. Karena itu, semangat berbagi dan peduli terhadap sesama harus terus dihidupkan,” tuturnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa ukuran utama dalam ibadah kurban bukan terletak pada besar atau banyaknya hewan yang disembelih, melainkan pada ketulusan niat dan keikhlasan hati dalam menjalankan ibadah.

Baca juga:  Pasca Banjir di Natal, Gas Elpiji Langka 3 Kg

Di tengah era media sosial saat ini, Iwan juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan ibadah sebagai sarana pencitraan semata. Menurutnya, nilai utama kurban adalah ketakwaan dan kepedulian yang lahir secara tulus dari hati.

Menutup pernyataannya, Iwan berharap momentum Idul Adha mampu mempererat persaudaraan dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban, seluruh elemen masyarakat dinilai dapat terlibat tanpa memandang status sosial maupun latar belakang.

Karena itu, ia berharap nilai-nilai Idul Adha tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu, gotong royong, serta menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Esensi Idul Adha hari ini bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego demi menghadirkan kepedulian, keikhlasan, dan kemanusiaan,” tutupnya. (el’s)

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Wujudkan Esensi Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, DPC Gerindra Depok Hidupkan Spirit Pengorbanan dan Kemanusiaan

Depok | Sketsa Online - Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, DPC Partai Gerindra Kota Depok memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 Hijriah untuk...