Depok | Sketsa Online – Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, DPC Partai Gerindra Kota Depok memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 Hijriah untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong, pengorbanan, dan semangat berbagi kepada sesama melalui kegiatan kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban yang digelar sehari setelah Salat Idul Adha itu dihadiri jajaran pengurus DPC, PAC, kader partai, hingga masyarakat sekitar.
Lebih dari sekadar tradisi tahunan, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sosial tentang pentingnya keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, H. Pradi Supriatna, S.Kom., M.M.S.I., mengatakan, Idul Adha mengandung pesan besar tentang ketundukan kepada Allah SWT sekaligus penguatan nilai kemanusiaan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, seperti tahun-tahun sebelumnya DPC Gerindra Kota Depok selalu melaksanakan kurban. Ini sudah menjadi tradisi dan bagian dari pembelajaran yang sangat berharga tentang keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar H. Pradi saat diwawancarai di Kantor DPC Gerindra Depok, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan semata, melainkan juga sebagai sarana menumbuhkan empati sosial dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sebab, esensi utama Idul Adha adalah menghadirkan manfaat dan kepedulian kepada sesama manusia.
H. Pradi menilai, di tengah perkembangan zaman yang semakin kompetitif, masyarakat perlu kembali memperkuat budaya gotong royong dan solidaritas sosial agar kehidupan tetap harmonis dan saling menguatkan.
“Kita ini makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Karena itu, kurban menjadi bentuk rasa syukur sekaligus sarana berbagi manfaat kepada sesama,” katanya.
Tak hanya itu, Ia juga mengapresiasi kekompakan kader Gerindra yang terus menjaga tradisi kebersamaan melalui kegiatan kurban di berbagai wilayah Kota Depok.
Menurutnya, nilai kebersamaan yang lahir dari Idul Adha harus mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya hadir dalam momentum keagamaan semata.
“Yang kita lihat hari ini adalah kekompakan, kerja sama, dan keikhlasan. Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan bagi semuanya dan memperkuat kebersamaan dalam membangun masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, H. Pradi menegaskan bahwa semangat Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, harus menjadi pedoman dalam kehidupan sosial maupun pengabdian kepada masyarakat.
Baginya, kebermanfaatan sosial menjadi nilai penting yang perlu terus ditanamkan, terutama di tengah tantangan sosial yang membutuhkan lebih banyak kepedulian dan semangat saling membantu.
Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pada pelaksanaan kurban tahun ini pihaknya menyiapkan dua ekor sapi dan lima ekor kambing yang didistribusikan kepada kader serta masyarakat.
“Hari ini ada dua ekor sapi dan lima ekor kambing yang nanti didistribusikan kepada teman-teman PAC, DPC, kader, dan masyarakat yang hadir. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi semuanya,” kata H. Hamzah.
Ia mengatakan, kurban merupakan bentuk rasa syukur sekaligus implementasi ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya berbagi kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan kepedulian sosial.
“Ini adalah wujud syukur kita dan kewajiban kita untuk berbagi di Hari Raya Idul Kurban. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, kita diajarkan untuk terus berkorban dan berbagi kepada masyarakat setiap tahunnya,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, H. Hamzah menegaskan bahwa Idul Adha sejatinya menjadi pengingat agar nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
“Idul Adha mengajarkan bahwa pengorbanan bukan hanya tentang apa yang kita keluarkan, tetapi tentang sejauh mana kita mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain. Semoga semangat keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang lahir dari momentum kurban ini terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat semakin kuat dalam budaya saling membantu dan saling menguatkan,” tutupnya. (el’s)




