Dari Pohon hingga Ternak, Mazhab Dorong Ketahanan Pangan Mandiri Warga Depok

Depok | Sketsa Online – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Mazhab H.M, mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis lingkungan melalui kemandirian warga di tingkat RT dan RW. Lingkungan dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun ketahanan pangan dan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Mazhab saat menghadiri kegiatan penanaman pohon serta peninjauan UMKM ternak warga di RT 7 RW 3, Kampung Parung Bingung, Kota Depok, pada Minggu (18/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan PPP dalam membangun ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekosistem serta pemberdayaan sosial masyarakat.

Mazhab menegaskan bahwa ketahanan pangan idealnya tidak dibangun secara sentralistik, melainkan dimulai dari lingkungan sebagai basis kehidupan masyarakat. Penguatan pangan dan ekonomi warga harus berangkat dari potensi lokal yang dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan. Dari sanalah kemandirian ekonomi dan pangan warga bisa tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Mazhab.

Baca juga:  Dari Pendidikan hingga Bansos, Iwan Koswara Dialog Bersama Warga Depok, Kupas Tuntas Layanan Dasar Publik

Ia menjelaskan, penanaman pohon yang dilakukan secara mandiri oleh warga bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pendukung ketahanan pangan jangka panjang. Lingkungan yang sehat menjadi prasyarat utama bagi keberlangsungan usaha pangan dan ekonomi masyarakat.

Dalam program tersebut, PPP berperan menyediakan bibit tanaman, sementara proses penanaman sepenuhnya dilakukan oleh warga sebagai bentuk partisipasi aktif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.

“PPP menyiapkan bibit, penanaman dilakukan warga secara mandiri. Dengan begitu, tumbuh rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan program,” jelasnya.

Mazhab juga membuka ruang seluas-luasnya bagi warga lain yang ingin melakukan penanaman secara mandiri di lingkungannya masing-masing. Bibit tanaman dapat diambil di Simpang Tiga Komplek Arco, Kampung Parung Bingung, tepatnya di belakang Alfamart, atau dengan menghubungi Kantor DPC PPP Kota Depok.

Baca juga:  Gebrakan Transparansi! Budi Jaya Bangun Aliansi Kuat dengan Media demi Pelayanan Publik Maksimal

Selain penghijauan, ia menyoroti pengelolaan UMKM ternak di RW 3 sebagai contoh konkret ketahanan pangan berbasis komunitas. Usaha ternak entok, bebek, dan ayam kampung yang dikelola secara kolektif dinilai memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan aspek pangan, ekonomi, dan sosial.

Keterlibatan remaja dalam pengelolaan usaha ternak menjadi poin penting yang terus diperkuat. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga regenerasi pelaku usaha serta pembentukan karakter generasi muda.

“Melibatkan remaja dalam aktivitas produktif dapat menanamkan nilai kemandirian, disiplin, tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan sejak dini,” tegasnya.

Mazhab menilai UMKM ternak berbasis lingkungan memiliki potensi besar sebagai penopang ekonomi keluarga. Selain memenuhi kebutuhan pangan warga sekitar, usaha tersebut juga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan apabila dikelola secara konsisten dan profesional.

Baca juga:  PPP Kota Depok Canangkan Penanaman 1.000 Pohon di Harlah, Lingkungan Jadi Prioritas

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa model pengelolaan seperti yang dilakukan di RW 3 sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Peran komunitas menjadi kunci agar kebijakan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Mazhab menegaskan bahwa PPP tidak ingin hadir secara seremonial semata, melainkan mendorong kolaborasi berkelanjutan antara warga, pengurus lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan. PPP siap berperan sebagai penghubung agar inisiatif warga memperoleh dukungan yang lebih luas.

Ke depan, PPP Kota Depok akan mendorong replikasi model ketahanan pangan berbasis lingkungan ini di wilayah lain, dengan tetap menyesuaikan potensi, kebutuhan, serta karakter masing-masing lingkungan.

“Politik kehadiran yang kami usung adalah politik yang berpihak pada rakyat melalui kerja nyata di tengah masyarakat, dengan fokus pada pemberdayaan komunitas, penguatan UMKM, serta ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” tutup Mazhab. (el’s)

Latest

Kejati Sumsel Sita 13 Truk dan 1 Excavator dalam Kasus Korupsi Distribusi Semen PT KMM

Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati...

JPU Kejati Sulsel Dakwa Dua Terdakwa Obstruction of Justice Kasus Korupsi Jaksa Gadungan di Makassar

MAKASSAR | Sketsa Online — Jaksa Penuntut Umum (JPU)...

DPO Kasus Asusila Ditangkap di Rumah Saudara, Tim Tabur Kejari Buru Amankan Ode Usman di Namlea

Kabupaten Buru | Sketsa Online - Pelarian buronan kasus...

Peringatan Hardiknas 2026, Camat Natal Bacakan Pidato Mendikdasmen RI

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Pendidikan...

Newsletter

Don't miss

Kejati Sumsel Sita 13 Truk dan 1 Excavator dalam Kasus Korupsi Distribusi Semen PT KMM

Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati...

JPU Kejati Sulsel Dakwa Dua Terdakwa Obstruction of Justice Kasus Korupsi Jaksa Gadungan di Makassar

MAKASSAR | Sketsa Online — Jaksa Penuntut Umum (JPU)...

DPO Kasus Asusila Ditangkap di Rumah Saudara, Tim Tabur Kejari Buru Amankan Ode Usman di Namlea

Kabupaten Buru | Sketsa Online - Pelarian buronan kasus...

Peringatan Hardiknas 2026, Camat Natal Bacakan Pidato Mendikdasmen RI

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Pendidikan...

Soroti Pengelolaan RSSG Depok, Mulyadi Pranowo: Jaga Mutu di Tengah Efisiensi Anggaran

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional...

Kejati Sumsel Sita 13 Truk dan 1 Excavator dalam Kasus Korupsi Distribusi Semen PT KMM

Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menyita 13 unit truk dan satu alat berat excavator dalam penggeledahan kasus dugaan korupsi...

JPU Kejati Sulsel Dakwa Dua Terdakwa Obstruction of Justice Kasus Korupsi Jaksa Gadungan di Makassar

MAKASSAR | Sketsa Online — Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan resmi mendakwa dua terdakwa kasus obstruction of justice dalam perkara...

DPO Kasus Asusila Ditangkap di Rumah Saudara, Tim Tabur Kejari Buru Amankan Ode Usman di Namlea

Kabupaten Buru | Sketsa Online - Pelarian buronan kasus asusila akhirnya berakhir. Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru berhasil mengamankan terpidana Ode...