Daur Ulang Limbah Jadi Busana Elegan, Dwi Wahyuni Curi Perhatian di Dekranasda Expo

Depok | Sketsa Online – Desainer Dwi Wahyuni mencuri perhatian publik pada gelaran Dekranasda Expo melalui busana elegan berbahan limbah fashion yang didaur ulang dengan teknik pewarna alam. Karya tersebut tidak hanya menonjolkan kreativitas, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya fashion berkelanjutan bagi masa depan industri mode di Kota Depok.

Pada ajang Trunk Show Recycle, Recreate, Reimagine Competition, Dwi menampilkan desain yang memadukan estetika modern dan kepedulian lingkungan. Ia menjelaskan bahwa busana yang ditampilkan dibuat dari sisa-sisa kain yang biasanya dibuang, kemudian diolah ulang menjadi karya bernilai seni tinggi.

“Untuk menghasilkan warna-warna alami, saya menggunakan pewarna dari kayu tingi dan kayu secang yang aman serta ramah lingkungan,” ungkap Dwi pada Minggu (7/12).

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan limbah fashion merupakan bentuk komitmen pribadi dalam mendorong gerakan sustainable fashion yang semakin relevan di tengah isu perubahan iklim dan meningkatnya limbah tekstil.

Baca juga:  Resmi Jabat TP3D, Iwan Setiawan Siap Kawal Proyek Strategis Percepat Janji Walikota Depok

“Keindahan tidak selalu berasal dari bahan baru. Material sisa pun dapat menjadi busana yang anggun ketika kita mengolahnya dengan teknik yang tepat,” ujar Dwi Wahyuni.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan terimakasihnya kepada Ketua Dekranasda Kota Depok, Cing Ikah, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok karena telah menyediakan ruang bagi para pelaku IKM fashion untuk berkembang.

“Dukungan ini memberi energi positif bagi kami para desainer lokal agar terus berkreasi dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Wadah seperti Dekranasda Expo mendorong kami untuk naik kelas dan menunjukkan bahwa karya kreatif Depok mampu bersaing secara nasional,” ucap Dwi.

Selain memamerkan karya, Dwi berharap kegiatan tersebut dapat membuka ruang lebih luas bagi desainer muda dan pelaku industri kreatif untuk mengeksplorasi konsep fashion ramah lingkungan.

Baca juga:  Pecah! Lebaran Depok 2026: Wali Kota Manjakan Warga, Pesta Rakyat Terheboh Tahun Ini

“Masyarakat Depok memiliki potensi besar untuk memulai perubahan gaya hidup melalui pilihan busana yang lebih bijak, berkelanjutan, dan tetap trendi,” tuturnya.

Tak hanya itu, Dwi mengatakan bahwa masa depan industri fashion tidak hanya ditentukan oleh tren, tetapi oleh keberanian kreator untuk berinovasi secara bertanggung jawab.

“Saya berharap karya-karya berkelanjutan dari para desainer Depok dapat menjadi cerminan bahwa kota ini memiliki potensi kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global,” jelasnya.

Menurutnya, apabila masyarakat Kota Depok semakin terbuka terhadap produk ramah lingkungan serta mendukung pelaku IKM lokal, ekosistem industri kreatif di daerah ini akan berkembang lebih cepat dan relevan.

“Jika masyarakat mendukung produk ramah lingkungan, maka industri kreatif Depok akan tumbuh lebih kuat,” ucapnya.

Baca juga:  Langkah Edukatif Rutan Depok, Dorong Budaya Sadar HAM Warga Binaan Bersama Kanwil

Dwi juga menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan kota.

“Saya ingin Depok menjadi kota yang tidak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan dan hunian, tetapi juga sebagai kota yang memimpin gerakan fashion berkelanjutan di Indonesia. Jika kita bersama-sama menjaga lingkungan melalui pilihan busana yang lebih bijak, karya dari kreativitas lokal akan menjadi bagian penting dari perubahan besar menuju masa depan yang lebih hijau dan berdaya,” harapnya.

Dengan semangat tersebut, Dwi mengajak para desainer muda, pelaku IKM, dan masyarakat Depok untuk menjadikan keberlanjutan sebagai budaya baru dalam berkarya dan berkonsumsi.

“Masa depan fashion ada di tangan mereka yang berani menciptakan, menjaga, dan memberi makna pada setiap material yang digunakan,” tutupnya. (el’s)

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...