Cimanggis, DEPOK | Sketsa Online – Di tengah suasana libur panjang Idulfitri, Satuan Tugas (Satgas) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok tetap menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat. Tanpa mengenal libur, tim Satgas disiagakan selama 24 jam penuh guna mengantisipasi potensi banjir dan longsor di sejumlah titik rawan.
Langkah ini menjadi respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi selama periode Lebaran.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kota Depok, Rizwannur Rahim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan regu piket khusus yang berjaga di posko utama untuk menerima laporan warga sekaligus melakukan pemantauan lapangan secara intensif.
“Ada dua regu Satgas yang siaga, baik di Posko DPUPR maupun Posko Situ Pladen. Tugas mereka mencakup menerima laporan masyarakat, memonitor wilayah rawan, hingga melakukan penanganan langsung di lokasi,” ujarnya, Minggu (22/03/2026).
Sebelumnya, Satgas DPUPR juga telah bergerak cepat menangani banjir yang terjadi pada Sabtu (21/03). Berdasarkan hasil pemetaan, beberapa wilayah terdampak cukup signifikan.
Di antaranya, banjir terjadi di RW 03 Sukmajaya akibat jebolnya tanggul di Kali Cikumpa yang menyebabkan tiga rumah warga terendam. Selain itu, genangan juga melanda RW 09 Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Perumahan Taman Duta, Bukit Cengkeh, hingga sejumlah titik di Kelurahan Mekarsari, meliputi RW 02, RW 05, RW 06, RW 13, RW 14, RW 16, dan RW 17.
Rizwannur menjelaskan, berbagai langkah penanganan telah dilakukan secara cepat dan terukur. Mulai dari penutupan tanggul jebol menggunakan karung pasir hingga pembersihan sampah yang menyumbat aliran air.
“Seluruh penanganan dilakukan berdasarkan skala prioritas agar dampaknya bisa segera diminimalkan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan potensi bencana di lingkungan masing-masing. Laporan dapat disampaikan melalui media sosial resmi maupun nomor layanan darurat yang telah disediakan.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melapor jika ada indikasi banjir atau longsor. Tim kami siap turun dan menindaklanjuti laporan tersebut secepat mungkin,” paparnya.
Selain kesiapsiagaan tim, peran masyarakat juga dinilai sangat penting dalam mencegah terjadinya bencana. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.
Menurutnya, faktor utama penyebab tersumbatnya aliran sungai di wilayah Depok masih didominasi oleh sampah rumah tangga.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Jangan buang sampah ke kali karena itu bisa memicu banjir susulan,” tandasnya.
Dengan kesiapsiagaan penuh selama libur Idulfitri ini, diharapkan potensi bencana dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.




