MQK Bogor 2026 Dipuji Santri, Jadi Ajang Aktualisasi Ilmu Kitab Kuning dan Cetak Generasi Ulama

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online – Pelaksanaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke-2 tingkat Kabupaten Bogor tahun 2026 menuai apresiasi dari para santri. Ajang yang diikuti hampir 1.000 peserta ini dinilai menjadi wadah strategis untuk mengaktualisasikan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan pesantren di era modern.

Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke-2 tingkat Kabupaten Bogor resmi digelar pada 13 hingga 15 April 2026 di Pondok Pesantren Fajrussalam, Babakan Madang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, serta berbagai pondok pesantren.

Tahun ini, MQK diikuti oleh sekitar 997 peserta yang berasal dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan antusiasme santri dalam mengembangkan kemampuan keilmuan berbasis kitab kuning.

Baca juga:  Pemkab Bogor Uji Coba WFH ASN, Layanan Publik Tetap Optimal dan Efisiensi Energi Meningkat

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan MQK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Ia menilai kegiatan ini mampu memotivasi santri untuk lebih mendalami ilmu Islam secara komprehensif.

Para santri pun menyambut positif ajang ini. Mereka berharap MQK dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai sarana pengembangan diri, memperluas pengalaman, sekaligus memperkuat eksistensi pesantren di tengah masyarakat.

Salah satu peserta, Annisa Nurinayah Maulida dari Muhammadiyah Boarding School Ki Bagus Hadikusumo, Jampang, Kecamatan Kemang, mengungkapkan bahwa MQK menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan belajarnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam lomba bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan tentang keberanian untuk mencoba dan terus belajar. Ia menilai MQK memberikan ruang bagi santri untuk mengimplementasikan kemampuan membaca kitab kuning dalam bentuk kompetisi yang nyata.

Baca juga:  Komdigi Gandeng Pesantren Depok Sosialisasikan PP Tunas untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

“Lewat ajang ini, kemampuan membaca kitab gundul dapat ditunjukkan kepada masyarakat luas. Ini juga membuktikan bahwa santri memiliki kompetensi keilmuan yang khas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Abdul Hamid Faisal. Ia menyebut MQK sebagai bagian penting dari proses pembelajaran, khususnya dalam kelas takhosus.

Menurutnya, persiapan lomba menjadi sarana untuk menguji mental sekaligus mengukur sejauh mana pemahaman terhadap kitab kuning.

“MQK ini menjadi ajang pembuktian kemampuan, baik dari sisi bacaan maupun pemahaman,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kitab kuning merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam yang memiliki sanad jelas, sehingga penting untuk terus dipelajari oleh generasi santri.

Baca juga:  Dorong Pemerataan Pendidikan, Siswanto Desak Pemkot Depok Jadikan RSSG Program Prioritas Kota

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas MQK Kabupaten Bogor, KH Lesmana, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Ia menilai MQK memiliki peran penting dalam mengasah kemampuan membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning secara mendalam.

“Ini bagian dari upaya mencetak generasi ulama yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Panitia penyelenggara, Ade Sarmili, menjelaskan bahwa MQK ke-2 mempertandingkan puluhan kitab dalam berbagai tingkatan, mulai dari ula, wustha, hingga ulya. Seluruh peserta merupakan perwakilan dari kecamatan dengan latar belakang pesantren yang telah terdaftar resmi.

Ia menambahkan, para juara nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk mengikuti kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.

“MQK diharapkan menjadi sarana mencetak kader ulama masa depan serta memperkuat pemahaman keagamaan di tengah tantangan era digital,” jelasnya.

Latest

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Newsletter

Don't miss

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...

Wujudkan Esensi Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, DPC Gerindra Depok Hidupkan Spirit Pengorbanan dan Kemanusiaan

Depok | Sketsa Online - Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, DPC Partai Gerindra Kota Depok memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 Hijriah untuk...