Ketua IMAPALA Pekanbaru: Beasiswa Palas Mandek, Pemkab dan Perusahaan Jangan Main Petak Umpet

Pekanbaru, | Sketsa Online.com — Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Padang Lawas (IMAPALA) Pekanbaru, Muttaqin Lubis, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Palas) patut diduga gagal menjalankan tanggung jawab konstitusional di bidang pendidikan, khususnya dalam realisasi beasiswa bagi mahasiswa asal Padang Lawas.

Muttaqin menyebut, meskipun alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Kabupaten Padang Lawas setiap tahun mencapai lebih dari 20 persen sebagaimana amanat Undang-Undang, hingga hari ini mahasiswa Padang Lawas tidak pernah melihat secara nyata wujud beasiswa dari APBD tersebut.

“Anggaran pendidikan ratusan miliar rupiah setiap tahun, tapi mahasiswa Padang Lawas tidak pernah merasakan beasiswa. Ini bukan sekadar kelalaian, ini bentuk kegagalan serius pemerintah daerah,” tegas Muttaqin pada Selasa (30/12/2025).

Anggaran Besar, Beasiswa Nihil

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum IMAPALA Pekanbaru, Abdul Wahab, menilai besarnya anggaran pendidikan selama ini hanya menjadi angka formalitas di atas kertas tanpa keberpihakan nyata kepada mahasiswa kurang mampu dan berprestasi.

Baca juga:  APFI 2026 di Cibinong: Pemkab Bogor Dorong Jurnalisme Berkualitas dan Lawan Hoaks

“Jika anggaran pendidikan tersedia, tetapi beasiswa tidak pernah dirasakan mahasiswa, maka patut dicurigai ada persoalan serius dalam tata kelola anggaran. Pemerintah jangan pura-pura tuli dan jangan menutup-nutupi,” ujar Wahab.

Menurut IMAPALA, hingga saat ini tidak pernah ada penjelasan terbuka kepada publik terkait skema, realisasi, maupun penerima beasiswa APBD Kabupaten Padang Lawas. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya ketidaktransparanan dan lemahnya akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan.

CSR Perusahaan Sawit Disorot

Tak hanya pemerintah daerah, IMAPALA Pekanbaru juga menyoroti perusahaan-perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Kabupaten Padang Lawas. Keberadaan puluhan perusahaan yang mengeksploitasi sumber daya alam daerah dinilai tidak sebanding dengan tanggung jawab sosial (CSR) yang diberikan, khususnya di sektor pendidikan.

Baca juga:  Apresiasi Pengesahan APBD 2026, PKB Siaga Total Kawal Ketat Penggunaan Anggaran

“Kami menilai realisasi CSR pendidikan, terutama beasiswa dari perusahaan-perusahaan sawit, nyaris tidak pernah dirasakan oleh generasi muda Padang Lawas. Ini bentuk pengabaian tanggung jawab sosial,” tegas Muttaqin.

Diduga Ada Upaya Pembiaran Kebodohan

IMAPALA Pekanbaru juga mengungkapkan bahwa beberapa bulan sebelumnya pihaknya telah merilis pernyataan sikap serta mengonfirmasi langsung kepada pihak-pihak terkait melalui pesan WhatsApp, namun hingga saat ini tidak ada respons positif sama sekali.

Situasi ini memunculkan pertanyaan kritis di tengah mahasiswa dan masyarakat:

Apakah Pemerintah Kabupaten Padang Lawas takut masyarakatnya menjadi pintar dengan dukungan beasiswa?

Ataukah beasiswa sengaja ditahan atau tidak direalisasikan agar masyarakat takut melanjutkan pendidikan tinggi karena alasan biaya, sehingga kualitas SDM tetap rendah dan mudah dikendalikan?

Baca juga:  Semangat Hardiknas 2026, Ade Ibrahim Dorong Madrasah Jadi Pilar Utama Pendidikan Masa Depan

Tuntutan IMAPALA Pekanbaru

Atas kondisi tersebut, IMAPALA Pekanbaru secara tegas menuntut:

Bupati Padang Lawas segera membuka secara transparan data realisasi beasiswa APBD kepada publik.

Memanggil dan mengevaluasi dinas-dinas terkait yang bertanggung jawab atas sektor pendidikan.

Membuka laporan CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Padang Lawas, khususnya di bidang pendidikan.

Menjamin bahwa pendidikan tidak dijadikan komoditas politik dan formalitas anggaran semata.

IMAPALA menegaskan, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa kejelasan, maka pihaknya siap mengonsolidasikan gerakan lanjutan dan membawa isu beasiswa Padang Lawas ke ruang publik yang lebih luas, termasuk melalui aksi dan laporan kepada lembaga pengawas terkait.

“Pendidikan adalah hak rakyat, bukan hadiah kekuasaan. Negara dan perusahaan jangan bermain petak umpet dengan masa depan generasi Padang Lawas,” tutup Muttaqin. (IS)

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...