Depok | Sketsa Online – Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa Kejuaraan Kota (Kejurkot) menjadi instrumen strategis Pemerintah Kota Depok dalam memperkuat regenerasi olahraga, dengan fokus utama pada pembinaan bibit-bibit muda. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Kejurkot Bola Voli Indoor U-16 dan U-18 di GOR Kota Depok, Selasa (16/12).
Fokus kita memang pembinaan bibit-bibit muda. Kejurkot ini kita siapkan sebagai ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil latihan mereka di klub masing-masing,” ujar Supian Suri.
Ia menilai, kelompok usia U-16 dan U-18 merupakan fase krusial dalam proses pembinaan atlet. Melalui Kejurkot, pemerintah daerah dapat memantau secara langsung potensi talenta-talenta muda sekaligus memetakan kemampuan mereka untuk dipersiapkan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Usia-usia ini sangat penting. Dari Kejurkot, kita bisa melihat perkembangan mereka dan menyiapkan yang terbaik untuk mewakili Depok di tingkat provinsi,” katanya.
Supian Suri menegaskan bahwa Kejurkot akan dijadikan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan dan terstruktur.
“Insyaallah event ini kita laksanakan setiap tahun. Ini bukan sekadar lomba, tapi bagian dari proses panjang pembinaan olahraga di Kota Depok,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supian Suri juga menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, serta para sponsor yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya Kejurkot.
“Saya berterima kasih kepada PBVSI, KONI, dan para sponsor. Kolaborasi seperti inilah yang membuat pembinaan olahraga bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Supian Suri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Depok memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh cabang olahraga. Tidak ada cabang yang diprioritaskan secara berlebihan dibandingkan yang lain.
“Prinsipnya, ruang olahraga kita buka selebar-lebarnya. Tidak ada nomor satu atau nomor dua, semua cabang olahraga kita perlakukan sama,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemkot Depok melalui KONI menjalankan pembinaan lanjutan bagi atlet-atlet muda yang dinilai memiliki potensi dan keunggulan khusus. Pembinaan tersebut dilakukan melalui seleksi dan pemantauan berkelanjutan di luar pembinaan klub masing-masing.
“Kita memang tidak bisa membina semuanya secara khusus, tetapi yang terlihat memiliki bakat dan kelebihan dibanding yang lain, tentu akan kita beri perhatian lebih,” jelasnya.
Tak hanya itu, Supian Suri turut menyinggung prestasi olahraga Depok di tingkat nasional hingga internasional, termasuk capaian talenta asal Depok yang berhasil meraih medali perunggu pada SEA Games 2025. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten mampu melahirkan atlet berdaya saing tinggi.
“Siapa pun cabang olahraganya, ketika putra-putri Depok berprestasi, tentu kita bangga. Itu menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat pembinaan,” tuturnya.
Melalui penguatan Kejurkot sebagai sentra pembinaan usia muda, Pemerintah Kota Depok optimistis regenerasi olahraga dapat berjalan secara berkesinambungan.
Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, Depok menatap masa depan olahraga dengan keyakinan bahwa talenta-talenta lokal akan tumbuh menjadi generasi berprestasi, berkarakter, dan menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. (el’s)




