Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah. Wali Kota Depok, Supian Suri, menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem, khususnya longsor dan potensi banjir di kawasan rawan.
Instruksi tersebut disampaikan Wali Kota Depok saat meninjau langsung lokasi longsor di Perumahan Villa Pertiwi RW 15, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, pada Jumat (23/1/2026). Longsor terjadi di bantaran Kali Jantung akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan turap penahan tanah jebol dan material longsoran menutup sebagian aliran sungai.
Dari hasil pantauan di lapangan, material longsoran berupa tanah dan puing bangunan menumpuk di badan sungai sehingga menghambat aliran air. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu banjir dan membahayakan permukiman warga di sekitar bantaran kali jika tidak segera ditangani.
Sekitar pukul 09.45 WIB, Supian Suri tiba di lokasi didampingi jajaran perangkat daerah terkait. Ia langsung meninjau titik longsor serta berdialog dengan warga untuk mendengar keluhan dan memastikan kondisi terkini di lapangan.
Usai peninjauan, Wali Kota Depok langsung menginstruksikan DPUPR Kota Depok untuk melakukan penanganan darurat dengan menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor serta memastikan aliran Kali Jantung kembali normal.
“Saya meninjau langsung kondisi longsor di RW 15, Kelurahan Sukamaju, Cilodong. Ini harus segera ditangani. Saya minta DPUPR bergerak cepat menurunkan alat berat agar material longsor bisa diangkut dan aliran air tidak tersumbat,” ujar Supian Suri.
Ia menegaskan, respons cepat menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mencegah dampak yang lebih luas, terutama potensi banjir yang dapat mengancam keselamatan dan kenyamanan warga.
Selain penanganan teknis, Supian Suri juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Menurutnya, curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir di sejumlah titik rawan di Kota Depok.
“Saya mengimbau warga Depok untuk tetap waspada. Jika melihat tanda-tanda longsor, banjir, atau kondisi darurat lainnya, segera laporkan kepada pemerintah setempat agar bisa segera ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Depok, Rizwan Nurrahim, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan alat berat ke lokasi longsor sejak pagi hari. Penanganan difokuskan pada pembersihan material longsor yang menutup aliran sungai serta perbaikan turap penahan tanah yang mengalami kerusakan.
“Kami sudah menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor agar aliran Kali Jantung kembali lancar. Setelah itu, kami akan melakukan perbaikan turap yang jebol sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Rizwan.
Rizwan menambahkan, DPUPR akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi aliran sungai dan bantaran kali, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan longsor selama musim hujan.
Di sisi lain, Lurah Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Ari Basuki, menyampaikan bahwa pihak kelurahan bersama unsur terkait akan terus mengawal proses penanganan hingga selesai. Koordinasi dengan warga juga terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
“Kami akan mengawal penanganan longsor ini sampai tuntas. Mudah-mudahan dengan penanganan cepat, tidak terjadi banjir atau longsor susulan yang merugikan warga,” ujar Ari.
Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Depok mendapat apresiasi dari warga setempat. Ketua RW 15 Villa Pertiwi, Edi Sutjipto, mengucapkan terima kasih atas kehadiran langsung Wali Kota Depok serta respons sigap jajaran dinas terkait.
“Kami berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan jajaran yang sudah turun langsung ke lokasi. Kami berharap penanganan ini bisa dilakukan secara permanen agar warga merasa lebih aman,” ungkap Edi.
Dengan instruksi siaga cuaca ekstrem serta penanganan cepat oleh DPUPR, Pemerintah Kota Depok berharap risiko banjir dan longsor susulan di wilayah rawan dapat diminimalisasi di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem. (el’s)




