Milad ke- 79 Megawati Soekarnoputri: Ketua DPC PDIP Depok Tekankan Aksi Nyata Perkuat Semangat Kebangsaan

Depok | Sketsa Online – Milad Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dimaknai sebagai momentum penguatan semangat kebangsaan melalui aksi nyata oleh seluruh kader PDI Perjuangan di Kota Depok. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, menjelang rangkaian kegiatan milad yang akan digelar secara serentak pada Minggu (25/1/2026).

Peringatan milad Megawati Soekarnoputri yang ke-79 tahun dilaksanakan di enam kecamatan, yakni Cipayung, Beji, Cimanggis, Cilodong, Sukmajaya, dan Pancoran Mas. Kegiatan tersebut mengusung tema Merawat Pertiwi dan diikuti jajaran pengurus, kader, serta simpatisan PDI Perjuangan sebagai bentuk refleksi ideologis sekaligus pengabdian langsung kepada masyarakat.

Hj. Yuni Indriany menegaskan bahwa peringatan milad Ketua Umum PDI Perjuangan tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial, melainkan sebagai momentum ideologis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila dalam tindakan nyata.

Baca juga:  Presisi di Garda Depan, Andi Tatang Tegas Dukung Polres Metro Depok

“Milad Ibu Ketua Umum adalah pengingat bagi seluruh kader bahwa ideologi tidak berhenti di slogan. Nasionalisme harus hadir di tengah rakyat, dirasakan manfaatnya, dan diwujudkan melalui kerja konkret,” ujar Hj. Yuni pada Jumat (23/1/26).

Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno dan dijaga secara konsisten oleh Megawati Soekarnoputri menjadi fondasi utama PDI Perjuangan dalam menjalankan peran politik, termasuk di tingkat daerah seperti Kota Depok.

Rangkaian kegiatan milad diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan harapan agar Megawati Soekarnoputri senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam membimbing partai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran sederhana melalui pemotongan dan pembagian tumpeng kepada kader serta warga sekitar.

“Kami ingin peringatan milad ini tetap membumi, dekat dengan rakyat, dan penuh makna kebersamaan. Inilah karakter PDI Perjuangan yang selalu diajarkan oleh Ibu Megawati kepada seluruh kader,” katanya.

Baca juga:  Dari Puskesmas hingga Wisata Keberagaman, Christine Paparkan Agenda Prioritas Sukmajaya

Selain tasyakuran, PDI Perjuangan Kota Depok juga melaksanakan aksi penanaman pohon serta kegiatan bersih-bersih sungai di masing-masing wilayah. Menurut Hj. Yuni, kegiatan tersebut merupakan wujud konkret pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya keadilan sosial dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.

“Tema Merawat Pertiwi kami pilih karena mencintai tanah air berarti menjaga alamnya. Lingkungan yang sehat adalah hak rakyat dan menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaganya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hj. Yuni menambahkan bahwa rangkaian kegiatan milad ini juga menjadi sarana pendidikan politik dan penguatan kaderisasi, terutama bagi generasi muda PDI Perjuangan. Ia menekankan bahwa pemahaman ideologi partai harus dibangun melalui praktik langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar wacana.

“Kader muda harus memahami bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi soal pengabdian. Ideologi harus hidup dalam kerja nyata, bukan hanya di ruang diskusi,” ujarnya.

Baca juga:  Soroti Mutasi ASN Depok, Hj. Qonita Tegaskan Disiplin, Loyalitas, dan Profesionalisme Jadi Fondasi Birokrasi

Dalam konteks politik daerah, Hj. Yuni menegaskan bahwa keteladanan Megawati Soekarnoputri menjadi landasan moral dan ideologis bagi PDI Perjuangan Kota Depok dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada rakyat, menjaga persatuan di tengah dinamika politik, serta memperhatikan keberlanjutan pembangunan dan lingkungan hidup.

Sebagai penutup, Hj. Yuni menegaskan komitmen PDI Perjuangan Kota Depok untuk terus berdiri di garis perjuangan rakyat dan menjadikan Pancasila sebagai kompas utama dalam setiap langkah politik.

“PDI Perjuangan di Kota Depok tidak akan pernah menjauh dari rakyat. Kami akan terus hadir mengawal kebijakan publik agar berpihak pada wong cilik, menjaga persatuan bangsa, serta memastikan pembangunan berjalan adil dan berkelanjutan. Inilah garis perjuangan yang diajarkan Bung Karno dan ditegaskan kembali oleh Ibu Megawati kepada seluruh kader,”  tutupnya. (el’s)

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...