Depok | Sketsa Online – Pembukaan Lebaran Depok 2026 yang diramaikan dengan tradisi Ngubek Empang berlangsung meriah sekaligus sarat nilai edukatif. Kegiatan yang merupakan bagian dari warisan budaya ini tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, tetapi juga menjadi media pembelajaran sosial yang relevan di tengah dinamika kehidupan modern.
Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Ngubek Empang memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.
Ia menilai, kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran yang menghadirkan nilai-nilai kebersamaan secara nyata di tengah masyarakat.
“Kesempatan hadir pada pembukaan Lebaran Depok, khususnya Ngubek Empang, bukan sekadar kegiatan mencari ikan di empang, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Pertama, tercermin nilai guyuban warga kebersamaan yang terlihat dari keceriaan, tawa, dan canda masyarakat di dalam kubangan empang,” ujarnya.
Menurut Mazhab, interaksi yang terbangun dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi cerminan pentingnya solidaritas sosial. Nilai kebersamaan yang muncul secara alami dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa Ngubek Empang juga mengandung filosofi tentang kerja keras sebagai nilai dasar dalam kehidupan. Proses menangkap ikan yang membutuhkan usaha dan ketekunan menjadi simbol bahwa setiap hasil tidak diperoleh secara instan.
“Kedua, kegiatan ini mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu dibutuhkan usaha. Warga harus berjuang menangkap ikan, dan ini menjadi pembelajaran penting tentang nilai kerja keras,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mazhab juga menyoroti dampak positif Lebaran Depok terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang aktif dan diminati pengunjung menunjukkan bahwa tradisi budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.
“Saya melihat langsung bagaimana UMKM begitu bergairah dan diserbu pembeli. Ini sesuatu yang luar biasa dan perlu terus ditingkatkan serta dipertahankan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Lebaran Depok memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Namun, menurutnya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak boleh berhenti sebagai simbol atau seremoni tahunan semata.
“Lebaran Depok ini menjadi upaya menjaga tradisi. Saya berharap momentum ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masing-masing, baik di tingkat RT maupun RW,” ungkapnya.
Mazhab juga mengangkat tradisi membawa rantangan sebagai bagian dari pembelajaran sosial yang sarat makna. Tradisi ini mencerminkan nilai berbagi, mempererat hubungan antargenerasi, serta menumbuhkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua.
“Tradisi Lebaran dengan membawa rantangan memiliki makna yang luar biasa tentang berbagi, keberkahan, serta penghormatan dari yang muda kepada yang lebih tua. Nilai-nilai ini jangan sampai hilang dan tergeser oleh pola pikir yang semakin pragmatis,” pungkasnya.
Dengan demikian, Ngubek Empang dalam rangkaian Lebaran Depok tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi yang menanamkan nilai kebersamaan, kerja keras, dan kepedulian sosial.
“Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sebagai fondasi dalam membangun karakter dan menjaga identitas budaya di masa depan,” tutupnya. (el’s)




