Depok | Sketsa Online – Anggota Komisi A DPRD Kota Depok dari daerah pemilihan Kecamatan Cilodong dan Kecamatan Tapos, Gerry Wahyu Riyanto, S.H., M.H., menggelar kegiatan sosialisasi tugas dan fungsi Komisi A DPRD Kota Depok Tahun Sidang 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Perumahan Pesona Laguna 1, RT 01 RW 20, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta relawan dan tim pendukung dari berbagai kelurahan di wilayah daerah pemilihannya. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gerry menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar penyampaian informasi mengenai tugas dan fungsi DPRD, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta membangun soliditas bersama masyarakat.
“Pertemuan ini bukan hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga ajang silaturahmi dengan masyarakat dan tim yang selama ini selalu bersama. Kebersamaan seperti ini penting agar komunikasi antara wakil rakyat dan warga tetap terjaga,” ujar Gerry.
Ia menjelaskan, secara struktural setiap anggota DPRD memiliki ruang lingkup kerja sesuai komisi masing-masing. Namun sebagai wakil rakyat, dirinya tetap merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Salah satu contoh yang disampaikan Gerry adalah persoalan pengelolaan sampah yang sempat menjadi keluhan warga di wilayah RW 06 Kelurahan Cilangkap. Ia mengaku turun langsung melakukan komunikasi dengan instansi terkait serta melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang terlibat agar persoalan tersebut dapat segera dicarikan solusi.
“Walaupun persoalan tersebut tidak sepenuhnya menjadi kewenangan Komisi A, saya tetap berupaya hadir membantu. Bagi masyarakat, yang paling penting adalah adanya solusi dari wakil rakyatnya. Karena itu saya merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut mencarikan jalan keluar,” jelasnya.
Selain persoalan lingkungan, Gerry juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pendataan masyarakat penerima bantuan sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah warga.
Menurutnya, dalam regulasi mengenai penanganan fakir miskin telah diatur bahwa masyarakat memiliki hak untuk melakukan verifikasi data melalui pemerintah kelurahan.
“Jika ada keraguan terkait data bantuan sosial, masyarakat dapat datang langsung ke kelurahan untuk melakukan verifikasi. Jadi tidak perlu saling menyalahkan antara warga, RT, maupun RW. Yang terpenting adalah menjaga kebersamaan dan saling percaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial. Kemampuan menyaring informasi dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.
Di akhir kegiatan, sebagai bentuk apresiasi kepada relawan dan masyarakat yang hadir, Gerry memberikan voucher belanja yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan keluarga masing-masing.
“Semoga ini dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa digunakan sesuai kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Gerry berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat semakin memperkuat hubungan antara DPRD dan masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam mengawal berbagai program pembangunan di Kota Depok.
“Bagi saya, tugas sebagai wakil rakyat bukan hanya menyampaikan program, tetapi juga menjaga kebersamaan di tengah masyarakat. Jika warga tetap solid, saling percaya, dan bersama-sama mengawal pembangunan, maka cita-cita kita untuk menghadirkan Kota Depok yang lebih maju dan sejahtera akan lebih mudah terwujud,” tutupnya. (el’s)




