Depok | Sketsa Online – Wali Kota Depok, H. Supian Suri, menegaskan pentingnya peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai motor penggerak kolaborasi dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang kuat dan berkelanjutan di Kota Depok. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri konsolidasi pra-pengukuhan Kadin Kota Depok masa bakti 2021–2026 di Balai Kota Depok, pada Kamis (12/2/2026).
Dalam sambutannya, Supian menilai forum konsolidasi itu merupakan momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun perekonomian daerah. Ia mengapresiasi pengurus, panitia, dan tokoh usaha yang tetap solid meski agenda pengukuhan sempat tertunda. Menurutnya, situasi tersebut justru menjadi ujian kesabaran sekaligus bukti loyalitas pelaku usaha terhadap organisasi dan daerah.
“Jiwa Kadin adalah jiwa yang sabar, jujur, dan setia. Kalau ada dinamika atau penyesuaian jadwal, itu hal biasa. Yang penting semangat berkontribusi bagi kota tidak boleh berkurang,” ujar Supian.
Ia menegaskan, anggota Kadin merupakan individu yang memiliki kecintaan kuat terhadap Kota Depok dan telah lama berkontribusi dalam pembangunan ekonomi. Karena itu, pemerintah kota memandang dunia usaha sebagai mitra strategis, bukan sekadar sektor pendukung.
Tak hanya itu, Supian juga menyoroti potensi besar Depok sebagai daerah tujuan investasi. Dengan jumlah penduduk sekitar dua juta jiwa serta posisi geografis yang dekat dengan Jakarta, Depok dinilai memiliki pasar luas sekaligus akses logistik yang menguntungkan.
“Letak Depok sangat strategis. Dari bandara tidak sampai satu jam sudah bisa tiba di sini. Dengan jumlah penduduk besar, seharusnya kita tidak kesulitan berbicara soal pemasaran. Tinggal bagaimana potensi yang ada kita maksimalkan,” katanya.
Lebih lanjut, Ia mencontohkan sejumlah potensi ekonomi lokal yang dinilai mampu bersaing dengan daerah lain, seperti sektor UMKM dan komoditas unggulan, termasuk usaha ikan hias. Promosi serta penguatan jaringan usaha melalui koordinasi Kadin dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Selain menekankan peluang, Supian mengingatkan bahwa dinamika politik maupun perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam kehidupan masyarakat. Namun, ia menegaskan perbedaan tidak boleh menghambat semangat kolektif untuk memajukan daerah.
“Kita punya tanggung jawab yang sama untuk memajukan kota ini. Jangan sampai perbedaan justru menjauhkan kita dari semangat mencintai Depok. Tanggung jawab kita bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Ia berharap Kadin terus menjadi wadah pemersatu pelaku usaha lintas sektor agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah Kota Depok, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya guna menciptakan iklim investasi yang kondusif, inklusif, dan berdaya saing.
Acara konsolidasi tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, asosiasi pengusaha, perangkat daerah, hingga pelaku UMKM. Kehadiran lintas elemen itu menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus terbangun untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Kota Depok. (el’s)




