Depok | Sketsa Online – Pelayanan Kasih Natal Tahun 2025 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelayanan rohani bagi warga binaan beragama Nasrani, sekaligus bagian dari pembinaan kepribadian dalam sistem pemasyarakatan yang humanis.
Sejak pagi hari, warga binaan Nasrani mengikuti ibadah Natal dengan tertib dan penuh antusias, didampingi oleh petugas pemasyarakatan. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Ir. Yoel Indrasmoro, S.Th, yang menyampaikan pesan Natal dengan penekanan pada nilai kasih, pengampunan, dan pengharapan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Yoel mengajak warga binaan untuk memaknai Natal sebagai momentum perubahan hidup.
“Natal adalah pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Kasih Tuhan hadir untuk menguatkan, bukan untuk menghakimi,” ujarnya.
Pelaksanaan Pelayanan Kasih Natal ini terwujud melalui kemitraan antara POKJA PLP-PG dan pihak Rutan Kelas I Depok. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mendukung pembinaan rohani yang berkelanjutan bagi warga binaan.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga binaan.
“Ibadah Natal ini memberikan dampak positif bagi pembinaan kepribadian warga binaan. Penguatan rohani diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan batin, sikap introspektif, serta motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik dan bertanggung jawab,” kata Agung Nurbani.
Menurutnya, kegiatan keagamaan juga menjadi sarana untuk menciptakan suasana rutan yang kondusif dan harmonis.
“Ketika warga binaan memiliki ketenangan batin dan nilai moral yang kuat, lingkungan pemasyarakatan akan menjadi lebih tertib dan manusiawi,” tambahnya.
Selain pelaksanaan ibadah, rangkaian kegiatan Pelayanan Kasih Natal 2025 juga diisi dengan penyerahan bingkisan kasih Natal kepada warga binaan Nasrani. Penyerahan bingkisan tersebut menjadi simbol perhatian dan kepedulian kepada warga binaan di tengah masa pembinaan.
Perwakilan POKJA PLP-PG menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pelayanan yang berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan Natal yang membawa sukacita dan pengharapan, sekaligus menegaskan bahwa warga binaan tetap memiliki martabat sebagai manusia,” ungkapnya.
Pelayanan Kasih Natal Tahun 2025 ini sekaligus menegaskan komitmen Rutan Kelas I Depok dalam menjamin hak beribadah warga binaan tanpa diskriminasi. Nilai toleransi, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap kebebasan beragama terus dijunjung tinggi dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembinaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya merayakan Natal secara seremonial, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan penuh pengharapan serta kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab. (el’s)




