Mengenal St. Binton Jhonson Nadapdap: Tokoh Multitalenta dengan Semangat Pelestarian Sejarah Depok

Depok | Sketsa Online – Di tengah pesatnya pembangunan Kota Depok sebagai wilayah penyangga ibu kota, perhatian terhadap pembangunan fisik dinilai perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas, karakter, dan memori sejarah daerah.

Salah satu sosok yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap isu tersebut adalah St. Binton J Nadapdap., S.Sos., S.H., M.M., M.H. Namanya dikenal publik sebagai legislator aktif di DPRD Kota Depok, pimpinan partai politik, akademisi, mantan profesional perbankan, sekaligus kolektor benda dan arsip sejarah nasional.

Perpaduan pengalaman di berbagai bidang menjadikan Binton sebagai figur multitalenta yang aktif mendorong pembangunan kota berbasis nilai budaya, pendidikan, dan kesadaran sejarah.

Di lingkungan DPRD Kota Depok, dirinya juga dikenal sebagai salah satu anggota dewan terbaik dari Badan Kehormatan Dewan (BKD) karena aktif, disiplin, dan konsisten menjalankan fungsi pengawasan serta menjaga etika kelembagaan.

Pria kelahiran Pematang Siantar, 5 Oktober 1970 itu saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi A DPRD Kota Depok periode 2024–2029 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Depok 2 yang meliputi Kecamatan Beji, Cinere, dan Limo.

Di DPRD Kota Depok, Binton aktif membahas berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan pemerintahan, hukum, kelembagaan, pelayanan publik, hingga penguatan tata kelola daerah. Dirinya juga dipercaya memimpin Pansus I DPRD Kota Depok dalam pembahasan sejumlah regulasi penting terkait arah pembangunan daerah.

Binton berpandangan pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur semata. Kemajuan daerah, kata dia, harus mampu melahirkan masyarakat yang memiliki karakter, kesadaran sejarah, dan rasa memiliki terhadap identitas kotanya.

Baca juga:  Pelantikan Dokrem, Kapus Patiluban Mudik Sampaikan Pidato Kadiskes Madina

“Kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi kota yang masyarakatnya memiliki karakter, memahami sejarahnya, dan bangga terhadap identitas daerahnya sendiri,” ujar Binton pada Sabtu (23/5/26).

Pembangunan yang mengabaikan sejarah dan budaya dinilai berpotensi membuat masyarakat kehilangan arah serta jati dirinya di tengah derasnya perkembangan zaman dan arus globalisasi. Karena itu, ruang-ruang edukasi publik dianggap penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perjalanan sejarah daerah maupun bangsa.

Selain aktif sebagai legislator, Binton juga menjabat sebagai Ketua DPD PSI Kota Depok. Di bawah kepemimpinannya, PSI Depok dikenal aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam dunia politik melalui pendekatan yang lebih terbuka, edukatif, dan berbasis gagasan.

Baginya, generasi muda harus diberikan ruang untuk terlibat dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan karena masa depan kota sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya.

“Politik harus menjadi ruang pembelajaran dan pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Ketika politik dijalankan dengan integritas dan nilai kebermanfaatan, maka kebijakan yang lahir akan berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Sebelum terjun ke dunia politik, Binton memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan. Latar belakang profesional tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang sistematis, disiplin, serta menekankan pentingnya tata kelola yang profesional dan akuntabel.

Sejumlah kolega mengenalnya sebagai sosok yang detail, terukur, dan fokus terhadap penyelesaian persoalan secara konkret, baik dalam organisasi maupun pelayanan publik.

Baca juga:  Rudy Susmanto Kawal Aspirasi Warga Bogor ke Gubernur Jabar, Siapkan Jalur Khusus Tambang sebagai Solusi Konkret

Di luar aktivitas pemerintahan dan politik, nama Binton juga dikenal di kalangan akademisi, pegiat literasi, dan komunitas sejarah nasional. Perhatian besarnya terhadap pelestarian arsip dan dokumentasi sejarah Indonesia diwujudkan melalui koleksi ribuan buku sejarah, naskah kuno, dokumentasi perjuangan bangsa, foto-foto bersejarah, hingga karya seni bernilai historis.

Di antara koleksinya terdapat sejumlah lukisan karya maestro Indonesia seperti Affandi, Basuki Abdullah, dan Amrus Natalsya yang memiliki nilai seni sekaligus nilai sejarah tinggi.

Tidak hanya mengoleksi, Binton juga aktif melakukan digitalisasi ribuan klise negatif dokumentasi sejarah Indonesia secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap penyelamatan arsip bangsa agar tidak hilang dimakan usia.

Dokumentasi sejarah disebutnya sebagai bagian penting dari memori kolektif bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi sumber pembelajaran agar generasi hari ini memahami perjalanan bangsanya dan tidak kehilangan arah di masa depan,” tegasnya.

Kepeduliannya terhadap sejarah juga melahirkan gagasan mengenai pentingnya pendirian Museum Kota Depok sebagai ruang edukasi publik yang mampu merekam perjalanan sosial, budaya, dan perkembangan kota secara berkelanjutan.

Depok disebut memiliki sejarah panjang dan karakter unik yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Namun, potensi sejarah tersebut belum sepenuhnya terdokumentasi dan dikenalkan secara luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Museum modern, lanjutnya, bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan pusat edukasi, literasi, dan penguatan identitas daerah.

Baca juga:  Distribusi Perdana, Lurah Mulyadi Nilai SPPG Sukmajaya Jadi Percontohan Terbaik

“Depok memiliki sejarah yang panjang dan unik. Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi ruang edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap identitas kotanya,” ungkapnya.

Selain konsisten menyuarakan isu sejarah dan kebudayaan, Binton juga aktif mendorong pembangunan berkelanjutan, penguatan UMKM lokal, peningkatan kualitas pendidikan, tata kelola lingkungan hidup, serta pengembangan ruang publik yang lebih ramah masyarakat.

Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan dianggap menjadi faktor penting agar kota tetap nyaman dihuni dalam jangka panjang.

“Pembangunan harus menciptakan keseimbangan. Kemajuan ekonomi penting, tetapi lingkungan hidup dan kualitas kehidupan masyarakat juga harus tetap dijaga,” ujarnya.

Di kalangan akademisi dan pegiat literasi, Binton dikenal aktif menuangkan pemikirannya melalui berbagai tulisan mengenai sejarah, kebangsaan, politik, budaya, hingga pembangunan masyarakat perkotaan. Literasi dipandang sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang kritis, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Dengan perpaduan pengalaman sebagai mantan bankir, akademisi, legislator, pimpinan partai politik, sekaligus kolektor sejarah, Binton St. Binton J Nadapdap menghadirkan warna tersendiri dalam dinamika politik dan pembangunan Kota Depok.

Komitmennya terhadap pelestarian sejarah, penguatan identitas daerah, pendidikan politik masyarakat, serta pembangunan berbasis nilai budaya menjadi salah satu ciri kuat dalam perjalanan pengabdiannya hingga saat ini.

Di tengah perkembangan kota yang semakin modern, sosok seperti Binton menghadirkan pesan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan sebuah kota dalam menjaga sejarah, karakter, dan jati dirinya untuk generasi mendatang. (el’s)

Latest

Padam Total di Tujuh Provinsi! Gangguan SUTET 275 kV Picu Blackout Massal Sumatera

Sumatera | Sketsa Online - Pulau Sumatera dilanda pemadaman...

Dua Terdakwa Korupsi Lahan PT Adhi Persada Realti Ajukan Eksepsi, Sidang Ditunda!

Depok | Sketsa Online - Sidang perdana perkara dugaan...

Pengabdian untuk Negeri: Sebulan Penuh PDI Perjuangan Hadir bagi Warga Terdampak Bencana

Depok | Sketsa Online - Komitmen kemanusiaan terus diwujudkan...

Yuk Jadi Inspirasi Kemanusiaan Bersama PDI Perjuangan! Bergerak Cepat, Tanggap, dan Peduli

Depok | Sketsa Online - Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat...

Newsletter

Don't miss

Padam Total di Tujuh Provinsi! Gangguan SUTET 275 kV Picu Blackout Massal Sumatera

Sumatera | Sketsa Online - Pulau Sumatera dilanda pemadaman...

Dua Terdakwa Korupsi Lahan PT Adhi Persada Realti Ajukan Eksepsi, Sidang Ditunda!

Depok | Sketsa Online - Sidang perdana perkara dugaan...

Pengabdian untuk Negeri: Sebulan Penuh PDI Perjuangan Hadir bagi Warga Terdampak Bencana

Depok | Sketsa Online - Komitmen kemanusiaan terus diwujudkan...

Yuk Jadi Inspirasi Kemanusiaan Bersama PDI Perjuangan! Bergerak Cepat, Tanggap, dan Peduli

Depok | Sketsa Online - Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat...

Menyejukkan Jiwa di Tengah Zaman, Ma’ruf Amin Bahas Hikmah Al-Hikam di Depok

Depok | Sketsa Online - Di tengah kehidupan modern...

Padam Total di Tujuh Provinsi! Gangguan SUTET 275 kV Picu Blackout Massal Sumatera

Sumatera | Sketsa Online - Pulau Sumatera dilanda pemadaman listrik massal (blackout) berskala besar pada Jumat (22/5/2026) malam. Gangguan yang mulai terjadi sekitar pukul...

Dua Terdakwa Korupsi Lahan PT Adhi Persada Realti Ajukan Eksepsi, Sidang Ditunda!

Depok | Sketsa Online - Sidang perdana perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pembelian bidang tanah oleh PT Adhi Persada Realti (APR) tahun 2012–2013...

Pengabdian untuk Negeri: Sebulan Penuh PDI Perjuangan Hadir bagi Warga Terdampak Bencana

Depok | Sketsa Online - Komitmen kemanusiaan terus diwujudkan PDI Perjuangan Kota Depok melalui aksi nyata membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Tapanuli...