Depok | Sketsa Online – Distribusi perdana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukmajaya mendapat apresiasi dari Lurah Sukmajaya, Mulyadi. Ia menilai pelaksanaan program tersebut layak dijadikan percontohan terbaik karena telah memenuhi standar kebersihan, kerapian, serta sistem kerja terintegrasi sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Penilaian itu disampaikan Mulyadi saat melakukan monitoring langsung ke SPPG Sukmajaya yang berlokasi di Jalan Tole Iskandar, Depok serta sekolah penerima manfaat, SD Cipayung, pada Senin (12/1/26).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Sekretaris Daerah yang menginstruksikan seluruh lurah untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program SPPG di wilayah masing-masing.
“Saya sudah melihat langsung ke dalam. Alhamdulillah, SPPG ini sangat memenuhi persyaratan yang ditentukan pemerintah pusat, mulai dari kebersihan, kerapian, hingga sistem yang sudah terkoneksi dengan baik,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, dari sejumlah SPPG yang telah beroperasi di wilayah Kelurahan Sukmajaya, SPPG ini menjadi salah satu yang paling siap dan tertata. Hingga saat ini, terdapat empat SPPG yang telah berjalan, sementara satu unit lainnya masih dalam tahap perencanaan pembangunan di wilayah RW 6.
“Dari beberapa SPPG yang sudah saya kunjungi, ini termasuk yang paling rapi dan paling bersih. Untuk SPPG di Jalan Raden Saleh, insyaallah akan segera saya lakukan monitoring,” katanya.
Lebih lanjut, Mulyadi menekankan pentingnya evaluasi berkala setelah program berjalan selama tiga hingga empat bulan. Evaluasi tersebut, kata dia, harus melibatkan tiga unsur utama, yakni kepala sekolah penerima manfaat, pengelola SPPG, serta pemilik atau penanggung jawab dapur.
“Saya selalu menekankan pentingnya koordinasi segitiga. Kepala sekolah, kepala SPPG, dan pemilik harus saling terkoneksi. Jika komunikasi berjalan baik, setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan SPPG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi siswa penerima, terutama dalam pemenuhan gizi seimbang. Program ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Harapan pemerintah jelas, gizi anak-anak harus terpenuhi. Sistemnya sudah tertata, tinggal peningkatan kualitas, baik dari sisi kebersihan, kerapian, kecepatan layanan, maupun pengolahan gizi,” ucap Mulyadi.
Selain itu, Mulyadi mengimbau orang tua siswa agar menyampaikan masukan atau keluhan melalui jalur koordinasi resmi, yakni melalui pihak sekolah.
“Jika ada hal yang kurang berkenan, sampaikan kepada kepala sekolah. Jangan langsung ke media sosial. Kita sedang menjalankan program kebaikan yang diprogramkan pemerintah pusat,” tegasnya.
Sebagai penutup, Mulyadi menegaskan bahwa penguatan SPPG di Sukmajaya tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan generasi masa depan.
Ia berharap sistem yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan melalui evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas pihak, sehingga SPPG mampu menjadi model pelayanan gizi yang berkesinambungan dalam mendukung terwujudnya generasi sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (el’s)




