Depok | Sketsa Online – Di tengah kehidupan modern yang semakin cepat, penuh tekanan, dan sarat dinamika sosial, majelis ilmu kembali menjadi ruang penyejuk jiwa bagi masyarakat. Nuansa itulah yang terasa kuat dalam pengajian rutin bulanan volume ke-7 di kediaman Wali Kota Depok, Supian Suri, Jumat (22/5/2026).
Ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kota Depok memadati lokasi pengajian untuk mengikuti kajian Kitab Syarah Al-Hikam karya ulama sufi besar Ibnu Atha’illah As-Sakandari yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI ke-13.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB itu berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kota Depok KH. Syihabuddin Ahmad, Pimpinan Pondok Pesantren Al Karimiyah Dr. KH. Ahmad Damanhuri, MA, para kyai, ustadz, pimpinan majelis taklim, serta tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan se-Kota Depok.
Bukan sekadar forum pengajian biasa, kegiatan ini menjadi ruang spiritual yang menghadirkan keteduhan di tengah kehidupan masyarakat urban. Jamaah terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan K.H. Ma’ruf Amin mengenai hikmah-hikmah dalam Kitab Al-Hikam yang menitikberatkan pada pembinaan hati, akhlak, dan kedekatan manusia dengan Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, K.H. Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa tantangan terbesar manusia modern bukan hanya persoalan ekonomi dan teknologi, melainkan bagaimana menjaga hati agar tetap bersih dan tenang di tengah perubahan zaman.
“Hari ini manusia menghadapi perubahan yang begitu cepat. Karena itu, hati harus terus dibersihkan, akhlak dijaga, dan ilmu dipelajari dengan adab yang baik,” ujar K.H. Ma’ruf Amin.
Ia menegaskan bahwa tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa merupakan pondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik secara pribadi maupun sosial.
“Ilmu tanpa adab akan kehilangan keberkahannya. Begitu juga ibadah, jika hati tidak dijaga, maka akan terasa hampa,” tuturnya.
Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun mendalam, Ma’ruf Amin juga mengajak jamaah untuk tidak hanya mengejar kesuksesan duniawi, tetapi turut memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT melalui dzikir, keikhlasan, dan pengendalian hawa nafsu.
Menurutnya, hikmah-hikmah yang terkandung dalam Kitab Al-Hikam tetap relevan sebagai pedoman hidup masyarakat di era modern yang penuh tantangan.
“Kitab Al-Hikam mengajarkan bagaimana manusia tidak hanya sibuk memperbaiki dunia luarnya, tetapi juga memperhatikan kebersihan batin dan kedekatan kepada Allah,” katanya.
Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Jamaah tampak khusyuk mendengarkan tausiyah, sementara para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah.
Pembawa acara sekaligus panitia kegiatan, Iwan Setiawan, menyampaikan rasa syukur karena pengajian rutin tersebut terus berjalan istiqomah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah, kita sudah masuk volume ke-7. Semoga konsisten, istiqomah, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Iwan.
Ia berharap majelis ilmu seperti ini dapat terus menjadi sarana pembinaan akhlak dan spiritual masyarakat Depok, terutama di tengah kehidupan perkotaan yang semakin kompleks.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Banyak jamaah berharap pengajian rutin ini terus berlanjut sebagai cahaya penuntun hati, sekaligus penguat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di Kota Depok. (el’s)




