Potret Kebinekaan dalam Kirab Budaya, Camat Sukmajaya: Investasi Sosial untuk Masa Depan Depok

Depok | Sketsa Online – Keberagaman budaya, suku bangsa, agama, dan komunitas yang hidup di Kota Depok dinilai bukan sekadar realitas sosial, tetapi juga menjadi kekuatan besar dalam membangun harmoni masyarakat perkotaan.

Hal itu disampaikan Camat Sukmajaya Kota Depok, Christine Desima Arthauli, S.STP, M.A., saat menyoroti pelaksanaan Kirab Budaya yang digelar di Kota Bandung.

Christine mengatakan, karakter masyarakat Kota Depok, khususnya Kecamatan Sukmajaya, sangat mencerminkan wajah Indonesia yang majemuk. Tingginya urbanisasi membuat berbagai latar belakang budaya hidup berdampingan dan membentuk identitas sosial yang unik.

“Kota Depok itu ibarat miniatur Indonesia. Segala suku bangsa, agama, budaya, ras, antar golongan, komunitas hingga berbagai profesi ada di sini dan hidup bersama. Itu bukan hambatan, tetapi kekuatan yang saling melengkapi,” ujar Christine pada Selasa (19/5/26).

Menurutnya, perbedaan karakter antardaerah justru memperkaya kehidupan sosial masyarakat. Keramahan masyarakat Sunda dan Jawa, misalnya, dapat berpadu dengan semangat masyarakat Sumatera Utara, keteguhan masyarakat Papua, hingga budaya dari berbagai wilayah Nusantara lainnya.

“Semua unsur budaya itu memperkaya identitas warga Depok. Ketika kita bicara perbedaan, sesungguhnya kita sedang bicara tentang bagaimana saling melengkapi,” katanya.

Baca juga:  Edukasi Publik ala Alya Rohali: Notaris Artis Ini Ajak Masyarakat Urus Sendiri Legalitas Tanah

Ia menuturkan, Kirab Budaya bukan hanya seremoni tahunan, melainkan ruang bersama untuk memperlihatkan komitmen menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat perkotaan.

“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa Kota Depok memiliki komitmen untuk menjaga budaya yang hidup dan berkembang sambil terus memelihara harmoninya,” tuturnya.

Upaya pemajuan kebudayaan di Kota Depok telah diperkuat melalui regulasi daerah mengenai pemajuan kebudayaan. Pelestarian budaya harus berjalan berdampingan dengan pembangunan karakter masyarakat.

Selain itu, budaya tidak cukup hanya dipertontonkan dalam festival atau acara seremonial. Nilai – nilai budaya harus diwariskan melalui praktik kehidupan sehari-hari agar tetap hidup di tengah generasi muda.

“Generasi muda harus mencintai akar budayanya. Yang tua harus mengajarkan, menularkan, dan mengajak anak muda menjadi pelaku budaya itu sendiri,” ujarnya.

Ia mencontohkan bagaimana tradisi budaya masih dijalankan dalam berbagai momentum kehidupan, mulai dari pernikahan, kelahiran, hingga prosesi adat kematian. Nilai budaya dapat terus lestari apabila dilakukan secara konsisten dan menjadi bagian dari kebiasaan sosial masyarakat.

Baca juga:  Kedermawanan yang Menginspirasi, Rudiman dan Cing Ikah Satukan Kekuatan untuk RTLH

“Budaya itu adalah sesuatu yang terus-menerus dilakukan hingga menjadi kebiasaan. Ketika budaya baik dilakukan terus-menerus, maka generasi muda akan meniru dan melanjutkannya,” jelas Christine.

Selain memperkuat identitas dan toleransi sosial, keberagaman budaya juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata budaya di Kota Depok. Christine mengungkapkan keinginannya membangun kolaborasi lintas budaya melalui bazar, festival kuliner, hingga pertunjukan seni daerah.

“Nanti kalau ada bazar atau pameran, kulinernya bisa mewakili berbagai daerah. Ada stan Bali, Sunda, Jawa, Batak, Palembang, Manado dan lainnya. Saya rasa warga Sukmajaya memiliki semua kekayaan itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pengembangan wisata budaya juga harus dilakukan secara serius dengan memperhatikan unsur atraksi, aksesibilitas, amenitas, hingga aktivitas yang mampu menarik partisipasi masyarakat dan wisatawan.

Organisasi kepemudaan, komunitas budaya, serta organisasi sosial keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah modernisasi kota.

Mulai dari Karang Taruna, Forum Genre, Forum Anak, hingga organisasi kepemudaan berbasis agama dan kesukuan disebut dapat menjadi ruang pembelajaran toleransi sekaligus wadah ekspresi budaya bagi generasi muda.

Baca juga:  DPD RI Desak Audit Anggaran MRP Papua, Soroti Dugaan Pemborosan hingga Triliunan Rupiah

“Ketika anak muda diajarkan menari, memakai pakaian adat, memahami tradisi keluarganya, maka sesungguhnya mereka sedang belajar menghargai identitas dan perbedaan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Christine menegaskan bahwa budaya sejatinya memiliki kekuatan emosional yang mampu menyatukan masyarakat melalui seni, musik, tarian, hingga kuliner Nusantara.

“Kita mungkin menikmati pizza dan spaghetti, tetapi lidah kita juga sangat dekat dengan rendang, rawon, pempek, dan makanan Nusantara lainnya. Indonesia itu sangat kaya budaya dan kuliner,” ucapnya.

Ia berharap semangat kebinekaan yang tercermin dalam Kirab Budaya dapat menjadi investasi sosial jangka panjang bagi masa depan Kota Depok. Kota yang mampu menjaga harmoni dalam keberagaman akan memiliki fondasi sosial yang kuat untuk menghadapi tantangan urbanisasi dan perkembangan zaman.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga modal sosial untuk masa depan kota yang harmonis, toleran, dan berkarakter,” tutupnya. (el’s)

 

Latest

Soroti Kebijakan Kemendikdasmen, Jiacep Pertanyakan Kesiapan Bahasa Inggris di SD Depok

Depok | Sketsa Online - Wacana penguatan pembelajaran Bahasa...

Tren Baru Sambut Iduladha! DKP3 Depok Gaungkan Eco-Qurban Minim Limbah Plastik

Depok | Sketsa Online - Menjelang Hari Raya Iduladha...

RDF Depok Masuk Tahap Krusial, Plt. Kadis DLHK Harap Dukungan DPRD Percepat Penanganan Sampah

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Newsletter

Don't miss

Soroti Kebijakan Kemendikdasmen, Jiacep Pertanyakan Kesiapan Bahasa Inggris di SD Depok

Depok | Sketsa Online - Wacana penguatan pembelajaran Bahasa...

Tren Baru Sambut Iduladha! DKP3 Depok Gaungkan Eco-Qurban Minim Limbah Plastik

Depok | Sketsa Online - Menjelang Hari Raya Iduladha...

RDF Depok Masuk Tahap Krusial, Plt. Kadis DLHK Harap Dukungan DPRD Percepat Penanganan Sampah

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Soroti Keamanan Data Warga, Edi Masturo Dorong Pemerataan KTP Digital di Depok

Depok | Sketsa Online - Anggota Komisi A DPRD...

Soroti Kebijakan Kemendikdasmen, Jiacep Pertanyakan Kesiapan Bahasa Inggris di SD Depok

Depok | Sketsa Online - Wacana penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendapat sorotan...

Tren Baru Sambut Iduladha! DKP3 Depok Gaungkan Eco-Qurban Minim Limbah Plastik

Depok | Sketsa Online - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok terus mengintensifkan edukasi kepada...

Apresiasi Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual, Iwan Setiawan Dorong Transformasi Pendidikan Pesantren Terpadu

Jakarta | Sketsa Online - Sekretaris DPC PKB Kota Depok, Iwan Setiawan mengapresiasi penyelenggaraan Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual yang digelar DPP Partai Kebangkitan...