Kota Bogor | Sketsa Online — Pentingnya komunikasi keluarga harmonis kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya kesibukan orang tua dan pesatnya perkembangan teknologi digital. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan bahwa hubungan emosional yang hangat antara orang tua dan anak menjadi kunci utama menjaga keutuhan keluarga.
Komunikasi yang harmonis dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan yang sehat dan penuh kehangatan. Hal tersebut disampaikan oleh Yantie Rachim usai menjadi narasumber dalam kegiatan “Nada dalam Nadi” yang digelar di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya yang berkolaborasi dengan Forum Pelaku Ekonomi Kreatif (REKA) Kota Bogor. Acara tersebut bertujuan membuka ruang diskusi yang mampu memperkuat empati serta hubungan antarmanusia, khususnya dalam lingkup keluarga.
Dalam pemaparannya, Yantie menekankan bahwa menjaga kedekatan emosional antara orang tua dan anak tidak boleh terabaikan, meskipun aktivitas sehari-hari semakin padat.
“Di tengah kesibukan orang tua, penting untuk tetap menciptakan kehangatan agar anak-anak tidak kehilangan hubungan kekeluargaan yang harmonis,” ujarnya.
Sebagai founder Bogor Gerakan untuk Lintas Generasi (Geulis), ia juga menyoroti adanya kesenjangan komunikasi antar generasi yang kerap memicu kesalahpahaman dalam keluarga. Menurutnya, setiap generasi memiliki nilai dan karakteristik berbeda yang perlu dipahami.
“Dengan memahami nilai di setiap generasi, kita bisa mengurangi konflik dan membangun komunikasi yang lebih sehat dalam keluarga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yantie menyebut bahwa teknologi dapat menjadi alat yang mempererat hubungan keluarga jika digunakan secara bijak. Platform seperti media sosial, WhatsApp, hingga video call dapat membantu menjaga komunikasi, terutama bagi keluarga dengan mobilitas tinggi.
“Teknologi bisa mendekatkan, tapi juga bisa menjauhkan. Kuncinya adalah penggunaan yang bijak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Acara, Clarissa Aretha, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hubungan antarmanusia, terutama dalam keluarga.
Ia menilai Yantie Rachim sebagai sosok yang tepat untuk memberikan perspektif terkait peran perempuan dalam keluarga, baik sebagai ibu maupun istri.
“Kami ingin masyarakat kembali menyadari bahwa di tengah berbagai tantangan hidup, keluarga tetap menjadi tempat pulang yang paling utama,” ungkap Clarissa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya komunikasi keluarga harmonis semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat, kuat, dan penuh empati di tengah dinamika kehidupan modern.




