Kota Bogor | Sketsa Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memberikan penghormatan khusus kepada Margonda, sosok pahlawan pejuang yang selama ini lebih dikenal melalui nama jalan di Depok, namun ternyata memiliki jejak sejarah penting di Kota Bogor. Fakta ini terungkap setelah kunjungan langsung Wali Kota Bogor ke lokasi yang diyakini pernah menjadi tempat tinggal Margonda.
Nama Margonda selama ini identik dengan salah satu jalan utama di Kota Depok. Namun di balik nama tersebut, tersimpan kisah sejarah yang belum banyak diketahui publik, khususnya terkait keterkaitannya dengan Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengunjungi sebuah rumah bersejarah yang berlokasi di Gang Slot, Jalan Polisi, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, pada 26 April 2026. Rumah bernomor 1 itu disebut sebagai tempat yang pernah ditinggali oleh Margonda.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Camat Bogor Tengah, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), serta sejumlah pihak terkait lainnya. Dari hasil penelusuran dan cerita yang berkembang, diketahui bahwa Margonda tidak hanya memiliki hubungan emosional dengan Bogor, tetapi juga pernah menempuh pendidikan dan membangun kehidupan di kota ini.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa kisah perjuangan Margonda perlu diangkat ke permukaan agar masyarakat lebih memahami kontribusinya, khususnya bagi sejarah Kota Bogor.
“Banyak cerita kepahlawanan Margonda yang perlu diketahui masyarakat. Ke depan, Pemkot Bogor akan memberikan bentuk penghormatan, salah satunya melalui pembangunan prasasti sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya melawan penjajah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Depok Heritage Community, Ratu Farah Diba, mengungkapkan bahwa Margonda gugur dalam pertempuran melawan penjajah Belanda pada 16 November 1946. Saat itu, Margonda bersama para pejuang lainnya melakukan serangan kilat di wilayah Kalibata, Depok.
Setelah gugur, jasad para pejuang dikembalikan oleh pihak Belanda dan dimakamkan secara massal di Bogor. Lokasi pemakaman tersebut kini telah berubah menjadi kawasan panggung terbuka di Alun-Alun Kota Bogor.
Seiring waktu, jasad para pahlawan kemudian dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded. Nama Margonda sendiri kemudian diabadikan menjadi salah satu nama jalan utama di Kota Depok sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.
Fakta menarik lainnya, sebelum terjun ke medan perang, Margonda dikenal sebagai sosok yang cerdas. Ia pernah menempuh pendidikan di sekolah kimia di Bogor, yang menunjukkan kapasitas intelektualnya. Namun, di tengah peluang besar sebagai akademisi, Margonda memilih jalan perjuangan hingga akhirnya gugur sebagai pahlawan.
Rencana Pemkot Bogor untuk memberikan penghormatan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga sebagai upaya edukasi sejarah bagi generasi muda, agar lebih mengenal tokoh-tokoh perjuangan bangsa yang memiliki keterkaitan dengan daerahnya.




