Lawan Tekanan dan Intimidasi, 2 Korban Dugaan Pelecehan Pelatih Voli Datangi LBH Kami Ada

Depok | Sketsa Online – Upaya membuka dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan olahraga kembali mengemuka. Kuasa hukum korban, Andi Tatang S.E., S.H., M.H., mendorong para korban untuk tidak lagi menyimpan pengalaman yang dialami, demi memastikan adanya pertanggungjawaban hukum dari pihak terduga pelaku.

Ia menilai, keberanian korban untuk berbicara menjadi kunci penting dalam mengungkap kasus secara terang dan mencegah potensi terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.

“Semakin banyak yang bersedia memberikan keterangan, baik sebagai korban maupun saksi, maka akan semakin memperkuat proses pembuktian. Ini bukan hanya soal individu, tetapi juga upaya melindungi generasi muda dari risiko kekerasan yang berulang,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Andi Tatang juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi mengenai penonaktifan sementara terhadap pelatih yang bersangkutan.

Baca juga:  Kontroversi Status Tahanan Rumah Yaqut, KPK Dihujani Kritik Soal Transparansi dan Dugaan Perlakuan Istimewa

Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah administratif tersebut belum cukup tanpa diiringi proses hukum yang jelas dan menyeluruh.

“Penonaktifan tidak boleh menjadi akhir. Harus ada kepastian hukum agar kasus ini benar-benar ditangani secara tuntas,” katanya.

Pada hari yang sama, dua korban berinisial Ti (19) dan Ju (19) mendatangi kantor LBH Kami Ada untuk mendapatkan pendampingan hukum. Keduanya mengaku mengalami dugaan pelecehan, baik secara verbal maupun fisik, selama menjalani latihan.

Tak hanya itu, mereka juga mengungkap adanya tekanan berupa ancaman yang membuat mereka memilih untuk diam dalam jangka waktu yang cukup lama.

Baca juga:  CFD Tegar Beriman Bogor 2026: Rudy Susmanto Hadirkan Layanan Publik, UMKM, hingga Bus Listrik untuk Warga

“Kalau kamu lapor ke orang tua, aku bacok kamu,” ujar salah satu korban menirukan ancaman yang diterima.

Pengalaman tersebut meninggalkan dampak psikologis yang tidak ringan. Rasa takut dan kekhawatiran sempat membuat keduanya enggan melapor, bahkan kepada orang terdekat. Namun, situasi mulai berubah ketika mereka melihat korban lain mulai berani menyampaikan pengalaman serupa.

“Kami sempat ragu dan takut, tapi setelah ada yang mulai berbicara, kami merasa tidak sendiri. Kami ingin ini dihentikan,” ungkap salah satu korban.

Andi Tatang menegaskan bahwa dirinya bersama tim siap memberikan pendampingan penuh kepada para korban, baik dalam proses hukum maupun pemulihan psikologis. Ia juga memastikan perlindungan terhadap identitas korban akan dijaga selama proses berlangsung.

Baca juga:  Dinsos Depok Mantapkan Pemutakhiran DTSEN, Tingkatkan IPM dan Kesejahteraan Warga

Lebih lanjut, Ia menambahkan, perkara ini tidak hanya berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual, tetapi juga mengandung unsur ancaman yang memiliki konsekuensi hukum pidana.

“Kami akan menempuh langkah hukum secara komprehensif, termasuk terkait unsur ancaman. Korban berhak mendapatkan perlindungan dan keadilan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan komunitas olahraga, untuk lebih peka dan tidak ragu melaporkan jika menemukan atau mengalami dugaan kekerasan serupa.

“Kami bersama tim siap mendampingi. Jangan biarkan rasa takut menutup jalan keadilan. Ada mekanisme hukum yang dapat melindungi korban, termasuk melalui Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” tegasnya. (L1n)

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...