Apresiasi Dedie Rachim untuk Pendahulu: Fondasi PSEL Kota Bogor Jadi Kunci Pengolahan Sampah Modern

Kota Bogor | Sketsa Onilne – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor tidak berdiri sendiri. Ia menyebut keberhasilan proyek strategis ini merupakan hasil dari fondasi yang telah disiapkan oleh para pemimpin terdahulu.

Rencana pembangunan dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor terus dimatangkan sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai langkah ini tidak terlepas dari kontribusi dan peran penting para pemimpin sebelumnya.

Di hadapan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Dedie Rachim secara terbuka menyampaikan apresiasi atas upaya para pendahulunya yang telah menyiapkan lokasi serta sistem pengelolaan sampah sebagai fondasi awal pembangunan PSEL.

Baca juga:  Kota Bogor Bersiap Sambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026, Napak Tilas Pajajaran Hadirkan 885 Seniman

“Peluang ini menjadi permulaan yang harus dilanjutkan oleh para penerus. Wali Kota datang dan pergi, tetapi komitmen tetap harus dijaga bersama sebagai modal pembangunan,” ujar Dedie Rachim saat menghadiri kegiatan di Vihara Dhanagun, Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, keberhasilan operasional PSEL tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas suplai sampah yang diolah. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran wilayah untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah sejak dari sumbernya atau hulu.

Baca juga:  Menggema di Malam Takbiran! Mazhab Hidupkan Tradisi Bedug, Tanamkan Nilai Islam dan Budaya Depok

Selain edukasi masyarakat, Dedie juga meminta setiap perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bogor mulai mengelola sampah secara mandiri sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pengelolaan terpadu.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua jenis sampah dapat diolah di fasilitas PSEL. Sampah seperti logam, kaca, benda mudah meledak, serta sampah dengan kadar air tinggi tidak diperbolehkan masuk karena dapat memengaruhi nilai kalor dalam proses pengolahan energi.

Untuk mengatasi persoalan sampah organik, khususnya sisa makanan, Dedie Rachim mendorong setiap kelurahan memiliki unit pengolahan berbasis maggot. Langkah ini dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi tambahan.

“Saya minta para lurah proaktif kepada masyarakat, melakukan inventarisasi sumber-sumber sampah, serta membangun kerja sama, sehingga setiap kelurahan memiliki satu unit pengolahan maggot,” tegasnya.

Baca juga:  Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor: Dedie Rachim Dorong Penguatan Struktur Perangkat Daerah untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Lebih lanjut, Dedie menilai pembangunan PSEL merupakan langkah strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Kota Bogor.

“Alhamdulillah, satu permasalahan besar mulai kita urai dan selesaikan, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Selanjutnya, kita perlu mempersiapkan kualitas sampah dan sumber daya manusia,” pungkasnya.

Dengan adanya proyek PSEL, Kota Bogor diharapkan mampu mengubah tantangan sampah menjadi peluang energi baru, sekaligus menjadi contoh pengelolaan sampah modern bagi daerah lain di Indonesia.

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...