Resmi Diluncurkan! Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya Jadi Bukti Nyata Implementasi 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok resmi meluncurkan Posyandu Matahari RW 18 di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, sebagai bagian dari implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditargetkan rampung di seluruh 11 kecamatan di Kota Depok pada Juli 2026.

Peluncuran ini menjadi yang kelima di Kecamatan Sukmajaya dalam upaya memperluas layanan dasar yang terintegrasi langsung ke masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Depok yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Manguluang Mansur, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Cing Ikah (Siti Barkah Hasanah).

Hadir pula camat, lurah, jajaran perangkat daerah, pengurus PKK, kader posyandu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, Babinsa, serta karang taruna.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Cing Ikah, menegaskan bahwa transformasi posyandu melalui program 6 SPM merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan yang lebih komprehensif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Posyandu saat ini tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai tempat penimbangan balita atau pelayanan kesehatan dasar. Posyandu harus bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat yang aktif, produktif, dan inovatif, yang mampu menjawab berbagai kebutuhan warga dalam satu wadah,” ujar Cing Ikah pada Rabu (22/4/26).

Baca juga:  PLN ULP Natal Beri Bantuan Bahan Pangan Bagi Warga Terdampak Banjir di Desa Sasaran

Ia menjelaskan, integrasi enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial menjadi kunci utama dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan adanya integrasi ini, masyarakat tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan layanan. Semua bisa diakses dalam satu titik, sehingga lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, kader, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Ini bukan hanya program pemerintah semata, tetapi gerakan bersama. Peran kader posyandu, PKK, RT, RW, hingga tokoh masyarakat sangat penting dalam memastikan program ini berjalan optimal di lapangan,” tegasnya.

Cing Ikah juga menekankan pentingnya optimalisasi sarana prasarana yang telah dibangun pemerintah. Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Depok telah membangun 26 gedung posyandu melalui APBD.

“Gedung yang sudah dibangun jangan hanya digunakan saat kegiatan rutin bulanan. Harus dimanfaatkan setiap hari sebagai pusat aktivitas warga, seperti pelatihan keterampilan, edukasi anak, hingga pengembangan usaha kecil dan ekonomi produktif,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta seluruh pemangku wilayah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi posyandu, terutama yang masih belum memiliki gedung sendiri atau memerlukan perbaikan.

Baca juga:  Bangkitkan Koperasi Depok, Wakil Wali Kota Serukan Revitalisasi Total dan Regenerasi Anak Muda

“Saya minta kepada para lurah dan ketua RW untuk mendata secara detail kondisi posyandu di wilayahnya. Mana yang masih menumpang, mana yang perlu direnovasi. Data ini penting agar bisa segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, Cing Ikah turut menyoroti pentingnya efektivitas pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari ekosistem layanan di posyandu.

“Jika ada PAUD dengan jumlah murid yang sangat sedikit, sebaiknya digabung dengan yang terdekat. Tujuannya agar proses belajar lebih optimal, tenaga pengajar lebih efektif, dan anak-anak mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program Posyandu 6 SPM juga diarahkan untuk mencapai target-target strategis pembangunan manusia di tingkat lokal.

“Kita ingin tidak ada lagi stunting di Depok, tidak ada anak putus sekolah, dan kesejahteraan sosial masyarakat terus meningkat. Posyandu harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan itu semua,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, angka stunting di Kecamatan Sukmajaya saat ini termasuk tiga terendah di Kota Depok. Capaian tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui penguatan peran posyandu dan keterlibatan masyarakat.

Baca juga:  IMAPALA Kota Pekanbaru Desak Transparansi Skandal Beasiswa Pendidikan Padang Lawas

Dalam kesempatan tersebut, Cing Ikah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, salah satunya melalui pengelolaan minyak jelantah.

“Minyak jelantah jangan dibuang sembarangan karena bisa mencemari lingkungan. Kita dorong agar bisa ditukarkan menjadi minyak layak pakai atau memiliki nilai ekonomis, sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Depok akan memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang terintegrasi dengan kegiatan posyandu.

“RBI akan menjadi ruang kolaborasi masyarakat untuk belajar, berinovasi, dan meningkatkan kapasitas diri. Ini akan melengkapi fungsi posyandu sebagai pusat kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Ia optimistis target implementasi Posyandu 6 SPM di seluruh 11 kecamatan dapat tercapai sesuai waktu yang ditetapkan.

“Insyaallah bulan Juli seluruh kecamatan sudah selesai. Setelah itu kita lakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan agar program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Dengan diluncurkannya Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya, diharapkan layanan terpadu berbasis masyarakat semakin kuat, merata, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Depok yang lebih maju, sehat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (el’s)

Latest

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan...

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan...

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini...

Newsletter

Don't miss

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan...

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan...

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini...

Polemik Dua Matahari di PPP Depok: Saling Klaim Legitimasi SK Memanas Jelang Muscab 2026

Depok | Sketsa Online - Sekretaris DPC PPP Kota...

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat keluarga sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Komitmen...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan ketidakpastian yang dirasakan orang tua korban pelecehan seksual, harapan itu datang dari seorang advokat yang...

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di kawasan GOR RHI Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok, menjadi sorotan setelah lebih...