Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok terus memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat keluarga sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Posyandu Matahari berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Drs. Mangnguluang Mansur, M.Si., menyampaikan penghormatan kepada seluruh unsur yang hadir, mulai dari kepala dinas terkait, Camat Sukmajaya, para lurah se-Kecamatan Sukmajaya, kepala puskesmas, hingga tokoh agama, tokoh masyarakat, kader Posyandu, serta para ketua RT dan RW.
Ia juga mengapresiasi kehadiran camat dari wilayah lain seperti Cimanggis dan Cilodong sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan Posyandu di Kota Depok.
Dalam sambutannya, Sekda menjelaskan bahwa penguatan keluarga menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai, Posyandu merupakan instrumen strategis karena paling dekat dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Menuju Indonesia Emas 2045, kita harus memperkuat fondasi dari tingkat keluarga. Salah satu instrumen terdekat adalah Posyandu yang hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan, Posyandu kini tidak lagi dipandang sebagai layanan kesehatan semata, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan dasar yang terintegrasi lintas sektor.
“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan dasar masyarakat yang paling dekat dengan warga. Melalui Posyandu, layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pelayanan gizi, hingga edukasi kesehatan keluarga dapat diakses secara langsung dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sekda memaparkan bahwa melalui pendekatan 6 SPM, Posyandu di Kota Depok dikembangkan sebagai simpul layanan terpadu yang mencakup enam bidang utama, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
“Ini adalah bentuk integrasi layanan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan lingkungan yang mendukung kualitas hidup warga,” ungkapnya.
Ia menyebut peluncuran Posyandu Matahari sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pelayanan dasar hingga ke tingkat kelurahan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan di bidang kesehatan saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan stunting, gizi keluarga, hingga meningkatnya penyakit tidak menular. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak lagi sektoral, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan.
“Tantangan kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Posyandu menjadi sangat strategis sebagai pusat layanan promotif dan preventif yang menjangkau langsung masyarakat,” paparnya.
Tak hanya itu, Sekda juga menyoroti peran penting kader Posyandu sebagai garda terdepan di lapangan.
“Kader Posyandu memiliki peran luar biasa sebagai pelayan sekaligus edukator di tengah masyarakat. Mereka adalah ujung tombak yang memastikan program pemerintah benar-benar sampai ke warga,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan, pembinaan, dan penguatan kapasitas bagi para kader agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Perlu ada dukungan, pembinaan, dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan agar kader Posyandu dapat bekerja lebih maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sekda mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan Posyandu, khususnya bagi ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita.
“Mari kita biasakan untuk rutin datang ke Posyandu. Dengan langkah sederhana namun konsisten, kita dapat mencegah berbagai risiko kesehatan sejak dini dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” katanya.
Menutup pernyataannya, Ia menilai keberhasilan implementasi 6 SPM sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Posyandu harus kita jadikan sebagai milik bersama yang kita jaga, kita dukung, dan kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Peluncuran Posyandu Matahari ini diharapkan menjadi model implementasi yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Kota Depok. Pemerintah menargetkan penerapan 6 SPM menjangkau 11 kecamatan sebagai bagian dari upaya pemerataan pelayanan dasar.
“Ke depan, yang terpenting bukan hanya programnya berjalan, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat keluarga,” tegasnya. (el’s)




