Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online – Di tengah kecemasan dan ketidakpastian yang dirasakan orang tua korban pelecehan seksual, harapan itu datang dari seorang advokat yang memilih bergerak karena panggilan hati.

Dr. (C) Andi Tatang Supriyadi, S.E., S.H., M.H., CPL., CPM. hadir memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma (pro bono), memastikan perjuangan korban tidak berjalan sendiri di tengah proses hukum yang belum sepenuhnya memberikan kepastian.

Kasus ini mencuat setelah tersangka dilaporkan belum ditahan, meski penanganan perkara telah berlangsung. Situasi tersebut memicu kekhawatiran mendalam dari keluarga korban yang terus berupaya mencari keadilan dengan mendatangi berbagai pihak, termasuk UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Kota Depok. Harapan mereka sederhana, yakni adanya perlindungan dan kepastian hukum yang berpihak pada korban.

Baca juga:  Damkar Pos Natal Bantu Bersihkan Sekolah Pasca Banjir

Menanggapi kondisi tersebut, Andi Tatang yang juga memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Kami Ada, bergerak cepat membuka ruang pendampingan. Ia mempersilakan orang tua korban untuk datang langsung ke kantornya guna menyusun langkah hukum secara terarah dan menyeluruh.

“Silakan orang tuanya datang ke kantor saya. Kasus seperti ini harus kita bantu sampai tuntas,” ujarnya tegas pada Selasa (21/4/26).

Sebagai advokat dan konsultan hukum, ia dikenal aktif memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap keadilan.

Melalui YLBH Kami Ada, ia berkomitmen mendampingi korban sejak tahap awal pelaporan, proses penyelidikan, hingga persidangan, agar hak-hak korban tetap terlindungi secara maksimal.

Menurutnya, kasus pelecehan seksual, terutama yang melibatkan anak, tidak bisa dipandang semata sebagai perkara hukum. Ada luka mendalam yang harus dipahami dan dipulihkan, baik bagi korban maupun keluarganya. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berbasis prosedur, tetapi juga empati.

Baca juga:  Forkopincam Natal Buka Launching Dapur Umum/SPPG Pasar II Natal

“Pendampingan ini bukan hanya soal hukum, tetapi memastikan korban dan keluarganya merasa aman, didengar, dan mendapatkan keadilan yang layak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambilnya bukan untuk mencari popularitas, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjalankan profesi advokat.

“Saya tidak mencari ketenaran. Saya hanya fokus menjalankan profesi saya sebagai advokat dan dosen. Yang terpenting, apa yang saya lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Kehadiran Andi Tatang menjadi penguat bagi keluarga korban yang tengah berjuang di tengah proses hukum yang kerap terasa panjang dan melelahkan.

Baca juga:  Pemkab Bogor Rampungkan Audit Dugaan Jual Beli Jabatan, Kasus Dilimpahkan ke Aparat Penegak Hukum

Di saat sebagian orang memilih menunggu, ia memilih untuk hadir memberikan pendampingan, harapan, sekaligus keberanian bagi mereka yang membutuhkan.

Pada akhirnya, perjuangan mencari keadilan bukan sekadar soal prosedur, tetapi tentang memastikan korban tidak dilupakan. Di tengah sistem yang terkadang berjalan lambat, kehadiran pihak yang bergerak atas dasar kepedulian menjadi pengingat bahwa hukum harus tetap berpihak pada kemanusiaan.

“Bagi saya, menjadi advokat bukan sekadar profesi, tetapi tentang seberapa besar kita bisa memberi manfaat bagi orang lain. Selama saya masih diberi kemampuan, saya akan terus membantu mereka yang membutuhkan, agar tidak ada lagi yang merasa sendirian dalam mencari keadilan,” tutupnya. (el’s)

Latest

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan...

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini...

Polemik Dua Matahari di PPP Depok: Saling Klaim Legitimasi SK Memanas Jelang Muscab 2026

Depok | Sketsa Online - Sekretaris DPC PPP Kota...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Koordinasi PSU untuk Penataan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Bogor

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online – Bupati Bogor Rudy...

Newsletter

Don't miss

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan...

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini...

Polemik Dua Matahari di PPP Depok: Saling Klaim Legitimasi SK Memanas Jelang Muscab 2026

Depok | Sketsa Online - Sekretaris DPC PPP Kota...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Koordinasi PSU untuk Penataan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Bogor

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online – Bupati Bogor Rudy...

Luar Biasa! Lebih dari 3.800 Jemaah Haji Bogor Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online — Capaian pemeriksaan kesehatan...

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di kawasan GOR RHI Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok, menjadi sorotan setelah lebih...

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Meski perempuan Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, kesetaraan...

Polemik Dua Matahari di PPP Depok: Saling Klaim Legitimasi SK Memanas Jelang Muscab 2026

Depok | Sketsa Online - Sekretaris DPC PPP Kota Depok, Mamun Pratama, secara terbuka menyampaikan sikap terkait polemik internal partai melalui konferensi pers yang...