PKB Tegaskan Era Baru Depok, Supian Suri–Chandra Lepaskan Label Kota Intoleran

Depok | Sketsa Online – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Depok, Siswanto, menegaskan bahwa kepemimpinan Wali Kota, Supian Suri dan Wakil Wali Kota, Chandra Rahmansyah telah membawa perubahan mendasar bagi Kota Depok, khususnya dalam menghapus stigma sebagai kota intoleran yang selama ini melekat.

“Kepemimpinan Pak Supian Suri dan Pak Chandra menandai era baru Depok. Kota ini mulai lepas dari label kota intoleran yang selama bertahun-tahun membebani citra Depok,” ujar Siswanto usai menghadiri pengajian rutin Kitab Syarah Al-Hikam di kediaman Wali Kota Depok, pada Jumat (26/12).

Siswanto menjelaskan bahwa pada periode pemerintahan sebelumnya, Depok kerap dihadapkan pada kebijakan dan dinamika sosial yang memunculkan ketegangan di tengah masyarakat majemuk. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat Depok sulit keluar dari stigma negatif hingga sempat masuk dalam daftar 10 besar kota paling intoleran di Indonesia.

Baca juga:  Dharma Shanti di Balai Kota Bogor Tampilkan Harmoni Keberagaman, Jadi Sejarah Baru Perayaan Nyepi 2026

“Pada periode sebelumnya, Depok tidak bisa lepas dari zona kota intoleran. Ada situasi dan kebijakan yang membuat suasana sosial menjadi tidak nyaman bagi warga, tanpa memandang agama atau latar belakang budaya,” katanya.

Ia menilai perubahan arah kebijakan mulai terlihat sejak pemerintahan Supian Suri–Chandra berjalan. Pendekatan yang lebih terbuka dan inklusif dinilai menjadi kunci membaiknya iklim toleransi di Kota Depok.

“Pemerintahan saat ini menunjukkan komitmen kuat untuk hadir bagi semua warga. Itu yang membuat Depok akhirnya keluar dari daftar kota paling intoleran,” ujar Siswanto.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat berpuas diri. Menurutnya, risiko kembalinya praktik intoleransi tetap ada jika tidak diantisipasi dengan kebijakan dan sikap yang konsisten.

“Ini memang menggembirakan, tetapi jangan berhenti di sini. Kalau kita lengah, Depok bisa kembali masuk ke zona intoleran. Upaya menjaga toleransi harus dilakukan terus-menerus,” tegasnya.

Baca juga:  Evaluasi Kinerja OPD 2025 Jadi Landasan, Komisi D DPRD Depok Targetkan Revisi Perda Strategis 2026

Lebih lanjut, Siswanto mencontohkan langkah konkret pemerintah kota saat perayaan Natal. Ia menilai kehadiran langsung Wali Kota Supian Suri untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan menjadi simbol nyata kehadiran negara bagi seluruh warga.

“Pak wali kota turun langsung memastikan perayaan Natal berjalan aman dan tidak ada pembatasan. Ini bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk semua, termasuk kelompok minoritas,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa toleransi tidak boleh bersifat seremonial atau hanya muncul pada momen tertentu saja. Pemerintah, kata dia, harus memberikan jaminan yang sama terhadap seluruh perayaan keagamaan.

“Jangan hanya Natal saja. Semua perayaan keagamaan, baik mayoritas maupun minoritas, harus diberikan kesempatan yang sama. Itulah kunci agar Depok benar-benar jauh dari stigma intoleran,” katanya.

Baca juga:  Sentuhan Ayah di Sekolah, Investasi Mental Anak Lewat Kebijakan Sederhana

Tak hanya itu, terkait pengajian rutin yang digelar setiap bulan, Siswanto menilai kegiatan tersebut mencerminkan ruang kebersamaan yang terbuka dan inklusif. Ia menyoroti tidak adanya undangan khusus sebagai bukti bahwa kegiatan tersebut memang ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat.

“Pengajian ini terbuka, tidak ada undangan khusus. Siapa pun boleh datang dengan niat ngaji dan bersilaturahmi. Ini contoh nyata ruang kebersamaan yang sehat di Depok,” ujarnya.

Siswanto juga mengapresiasi kebijakan Wali Kota Supian Suri yang menjadikan kediamannya sebagai tempat kegiatan keagamaan dan sosial.

“Ini langkah yang patut diapresiasi karena menunjukkan keterbukaan pemimpin dan memperkuat ikatan sosial warga. Hal-hal seperti inilah yang harus terus dijaga untuk menguatkan era baru Depok yang inklusif,” tutupnya. (el’s)

 

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...