DPR Siap Turunkan Timwas Intelijen, Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Disorot Serius

Jakarta | Sketsa Online DPR RI membuka peluang penyelidikan lebih dalam terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM dari KontraS, Andrie Yunus. Dugaan keterlibatan unsur intelijen membuat kasus ini dinilai tidak bisa ditangani sebagai perkara biasa.

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyatakan bahwa DPR memiliki mekanisme khusus melalui Tim Pengawas (Timwas) Intelijen untuk mendalami kasus penyiraman air keras terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Menurut TB Hasanuddin, dugaan keterlibatan aparat intelijen dalam kasus ini menjadi alasan utama mengapa penanganannya tidak dapat disamakan dengan kasus kriminal biasa.

“Karena pelakunya diduga berasal dari unsur BAIS yang merupakan bagian dari aparat intelijen, maka penanganannya tidak bisa dianggap sebagai kasus biasa. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi negara,” ujarnya di Jakarta, Senin.

Baca juga:  Tragedi di Pusat Perbelanjaan Medan: Wanita 34 Tahun Diduga Lompat dari Lantai 4 Mall

Ia menjelaskan bahwa Komisi I DPR RI telah memiliki Timwas Intelijen yang berfungsi sebagai pengawas eksternal terhadap aktivitas intelijen negara. Tim tersebut terdiri dari perwakilan fraksi partai politik serta pimpinan komisi, dan telah disahkan melalui Rapat Paripurna DPR RI.

Tim ini juga memiliki kewajiban menjaga kerahasiaan informasi intelijen sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dinilai mampu menangani kasus sensitif seperti ini.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin menegaskan bahwa pembentukan Timwas Intelijen telah memiliki dasar hukum yang kuat, yakni merujuk pada Pasal 43 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Regulasi tersebut mengatur adanya mekanisme pengawasan yang jelas terhadap penyelenggaraan intelijen, baik secara internal maupun eksternal.

Baca juga:  Kejati Lampung Tetapkan Mantan Gubernur ARD Jadi Tersangka Korupsi Dana PI US$17,28 Juta, Langsung Ditahan

Pengawasan internal dilakukan oleh pimpinan masing-masing lembaga intelijen. Sementara itu, pengawasan eksternal menjadi kewenangan DPR RI, khususnya Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan intelijen.

Dengan kewenangan tersebut, DPR memiliki hak untuk memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah dan institusi TNI, guna meminta klarifikasi serta mendorong proses penyelidikan yang komprehensif.

“Komisi I DPR RI memiliki kewenangan untuk memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah dan institusi TNI, guna meminta penjelasan serta mendorong dilakukannya penyelidikan secara menyeluruh terhadap kasus ini,” kata dia.

Baca juga:  Libur Idulfitri, Satgas PUPR Depok Siaga 24 Jam Antisipasi Banjir dan Longsor

Ia juga menekankan pentingnya penanganan kasus ini secara transparan, profesional, dan akuntabel agar tidak menimbulkan spekulasi publik yang lebih luas.

Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu terhadap siapapun yang terbukti terlibat dalam aksi penyiraman tersebut.

“Negara harus hadir memberikan kepastian hukum. Siapapun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kasus ini sendiri menjadi sorotan luas karena menyangkut keselamatan aktivis HAM sekaligus kredibilitas institusi negara dalam menjamin perlindungan terhadap warga sipil.

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...