Depok | Sketsa Online – Prestasi olahraga usia muda kian diposisikan sebagai fondasi pembangunan Kota Depok. Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, menegaskan komitmennya mendorong integrasi pembinaan atlet usia muda dengan pengembangan wisata olahraga dan ekonomi kreatif sebagai strategi jangka panjang menuju Depok sebagai kota olahraga modern dan berdaya saing.
Hamzah menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan olahraga usia dini hingga remaja menjadi bagian penting dari visi pembangunan daerah. Menurutnya, event olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan berkelanjutan yang harus dikelola secara serius dan terarah.
“Komisi B mendukung penuh seluruh kegiatan olahraga. Ini sejalan dengan visi Wali Kota Depok yang ingin menjadikan Depok sebagai kota olahraga, sekaligus menyiapkan bibit-bibit unggul atlet daerah,” ujar Hamzah usai acara Kejurkot di GOR Depok pada Selasa (16/12).
Ia menilai, pembinaan atlet usia U-16 dan U-18 merupakan tahap krusial dalam mencetak atlet berprestasi. Dari kompetisi usia muda inilah, kata Hamzah, lahir calon atlet yang akan mewakili Kota Depok pada berbagai kejuaraan di tingkat provinsi hingga nasional.
“Turnamen usia pelajar ini adalah awal. Dari sinilah kita membangun prestasi olahraga Depok secara sistematis dan berkesinambungan,” katanya.
Hamzah menjelaskan, Pemerintah Kota Depok telah menyusun agenda event olahraga yang berkelanjutan. Pada Desember ini, digelar Turnamen Bola Voli Piala Wali Kota Depok, yang kemudian dilanjutkan dengan turnamen bola basket pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA pada 10 Januari mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari kalender olahraga kota.
“Event-event ini tidak boleh terputus. Harus ada kesinambungan agar pembinaan atlet berjalan konsisten dan dampaknya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hamzah menekankan pentingnya mengintegrasikan olahraga dengan sektor wisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, kejuaraan olahraga memiliki potensi besar untuk menarik kunjungan, menggerakkan pelaku UMKM, serta membuka ruang bagi industri kreatif lokal.
“Olahraga hari ini tidak hanya bicara prestasi, tetapi juga tentang dampak ekonomi. Jika dikelola dengan baik, event olahraga bisa menjadi penggerak wisata dan ekonomi kreatif di Kota Depok,” jelas Hamzah.
Selain itu, untuk mendukung integrasi tersebut, Komisi B DPRD Kota Depok mendorong penguatan infrastruktur olahraga. Hamzah menegaskan perlunya stadion dan gelanggang olahraga (GOR) yang memenuhi standar nasional agar Depok mampu menjadi tuan rumah berbagai event berskala besar.
“Kita ingin Depok memiliki stadion dan GOR berstandar nasional. Dengan fasilitas yang memadai, pelaksanaan turnamen tidak terkendala dan ekonomi olahraga bisa tumbuh optimal,” katanya.
Ia menambahkan, Wali Kota Depok merespons positif dorongan DPRD terkait pembangunan dan peningkatan sarana olahraga. Sinergi antara legislatif dan eksekutif dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan.
Hamzah berharap, pembinaan prestasi usia muda yang konsisten, dukungan infrastruktur yang memadai, serta integrasi dengan wisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi fondasi baru pembangunan Kota Depok.
Ke depan, Hamzah menegaskan bahwa olahraga harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan kota, bukan sekadar agenda seremonial.
Dengan membangun ekosistem yang menyatu antara prestasi, infrastruktur, dan ekonomi, Depok diharapkan tumbuh sebagai kota olahraga modern yang tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat identitas kota, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (el’s)




