Reses Yuni Indriany Diserbu Aspirasi RTLH, Validitas Data Desil Jadi Sorotan

Depok | Sketsa Online – Aspirasi terkait Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mendominasi pelaksanaan reses Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yuni Indriany, di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Jumat (30/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Yuni menilai persoalan validitas data desil kesejahteraan masih menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Yuni mengungkapkan, Kelurahan Pengasinan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan jumlah usulan RTLH yang cukup tinggi. Bahkan, mayoritas aspirasi warga yang disampaikan dalam reses kali ini berkaitan langsung dengan kondisi rumah yang belum layak huni.

“Kalau di Pengasinan, permintaan paling banyak memang RTLH. Biasanya bisa terealisasi 20 sampai 30 rumah. Tapi karena keterbatasan anggaran tahun ini, Insya Allah realisasinya baru bisa dilakukan melalui APBD Perubahan,” ujar Yuni.

Baca juga:  Depok Siaga Cuaca Ekstrem, Wali Kota Instruksikan DPUPR Bergerak Cepat

Ia menjelaskan, masih banyak rumah warga yang kondisinya memprihatinkan, mulai dari dinding yang belum diaci hingga bangunan yang masih berupa bata merah tanpa finishing.

“Masih banyak rumah warga yang temboknya belum diaci. Artinya, kebutuhan RTLH di Pengasinan ini memang sangat besar,” katanya.

Dalam reses tersebut, sedikitnya sekitar 20 hingga 25 usulan RTLH dicatat untuk Kelurahan Pengasinan. Selain perbaikan rumah, warga juga menyampaikan aspirasi terkait penguatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya kebutuhan sarana penunjang bagi kader Posyandu.

Sebagai bentuk realisasi aspirasi, Yuni menyalurkan bantuan laptop untuk kader Posyandu melalui dana aspirasi DPRD.

Baca juga:  Bawa Suara Rakyat, AMANAT Bongkar Deretan Masalah Tanah dalam Audiensi BPN Depok

“Total ada 29 laptop yang disalurkan, dan untuk Kelurahan Pengasinan mendapatkan lima unit,” jelasnya.

Terkait Dana RW, Yuni menilai program tersebut cukup membantu kebutuhan dasar operasional lingkungan, namun belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan pembangunan di tingkat wilayah.

“Dana RW membantu, tapi memang belum cukup untuk pembangunan. Apalagi ke depan banyak anggaran yang bersifat mandatori, sehingga aspirasi pembangunan masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antaranggota DPRD yang membidangi wilayah Pengasinan agar penyerapan dan realisasi aspirasi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Alhamdulillah, dewan-dewan di Pengasinan aktif semua. Kami sudah punya pembagian wilayah masing-masing agar aspirasi warga bisa lebih fokus dan tertangani,” ungkapnya.

Baca juga:  Tembus 570 Pohon! Mazhab Tegaskan Gerakan Hijau PPP Depok Rehat Jelang Ramadan

Lebih lanjut, Yuni menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam realisasi bantuan RTLH bukan hanya soal anggaran, tetapi juga akurasi data desil kesejahteraan. Menurutnya, tidak sedikit warga dengan kondisi rumah tidak layak justru tidak masuk dalam kategori desil yang berhak menerima bantuan.

“Kadang rumahnya sudah tidak layak, tapi desilnya justru di atas. Ini yang harus segera dibenahi. Perlu peran aktif RT, RW, dan lurah untuk turun langsung dan memperbaiki data warga agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Yuni berharap, melalui perbaikan data dan sinergi lintas sektor, aspirasi warga Pengasinan yang diserap dalam reses dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (el’s)

Latest

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Newsletter

Don't miss

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...

Wujudkan Esensi Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, DPC Gerindra Depok Hidupkan Spirit Pengorbanan dan Kemanusiaan

Depok | Sketsa Online - Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, DPC Partai Gerindra Kota Depok memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 Hijriah untuk...