Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial

Jakarta | Sketsa Online – Dinamika geopolitik global saat ini memicu ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.

Di tengah ketergantungan pada energi fosil yang masih mencapai 85,36 persen dan keterbatasan produksi domestik, setiap gejolak global memaksa Indonesia melakukan diversifikasi impor demi mengamankan kedaulatan bangsa.

Realitas makro inilah yang membuat agenda transisi menuju bauran energi berkelanjutan menjadi tantangan strategis yang sangat kompleks bagi masa depan industri nasional.

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M.Erry Sugiharto memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026).
Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M.Erry Sugiharto memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026).

“Transformasi bauran energi menuju energi bersih dan rendah karbon tidak cukup jika hanya dijawab oleh kecanggihan teknologi. Diperlukan kombinasi keahlian (skill kombinasi) yang kuat antara lulusan teknik dan lulusan sosial,” tegas Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) sekaligus perwakilan Dewan Pembina Pertamina Foundation, Erry Sugiharto, dalam Sidang Terbuka Wisuda XIV Universitas Pertamina di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (25/5).

Baca juga:  BRAVO UMKM Kota Depok Naik Kelas! Mazhab HM Apresiasi Binaan PPP Buktikan Hasil Nyata

Erry menambahkan bahwa bauran energi masa depan menuntut kesiapan dari berbagai lini disiplin ilmu secara simultan.

“Lulusan teknik berfokus pada inovasi dekarbonisasi dan sistem energi masa depan, sementara lulusan sosial krusial dalam menyusun kebijakan adil, membangun narasi publik, serta memastikan transisi energi diterima masyarakat. Tanpa kolaborasi multidisiplin ini, transformasi energi tidak akan optimal,” ungkap Erry.

Kebutuhan akan kolaborasi multidisiplin ini menjadi kian mendesak di tengah proyeksi Future of Jobs dari World Economic Forum (WEF) akan menyumbang 8 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2030. Namun, peluang emas ini membentur kesenjangan kompetensi talenta muda.

Pjs Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. techn. Djoko Triyono memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026).
Pjs Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. techn. Djoko Triyono memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026).

Riset dari LinkedIn mengungkapkan fakta mengungkap fakta hanya 1 dari 20 Gen Z secara global yang memiliki keahlian hijau (green skills) sesuai kebutuhan industri.

Baca juga:  BK DPRD Kota Depok, Mengucapkan Selamat HUT Kota Depok

Melihat kesenjangan kompetensi global tersebut, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi dituntut melahirkan lulusan yang adaptif di tengah industri yang berubah sangat cepat.

“Kemampuan menyesuaikan diri, bekerja sama, serta berpikir kritis menjadi kunci utama menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika industri. Para lulusan Universitas Pertamina sendiri telah dibekali pengalaman, teknologi, sertifikasi, riset, dan kolaborasi industri sebagai modal berharga untuk memasuki dunia profesional,” ujar Dr. Henri.

Ia juga menambahkan bahwa dengan modal tersebut, lulusan harus mampu menjadi pionir keberlanjutan yang mendukung target net zero emission.

Menanggapi celah tersebut, Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., menyampaikan bahwa UPER strategis menyiapkan talenta siap pakai lewat kurikulum berbasis teknologi digital, transisi energi, dan dekarbonisasi bersama Pertamina Group.

Baca juga:  Imigrasi Depok Jemput Bola ke Warga, Layanan Eazy Paspor Hadir di Sawangan

Pada wisuda ke-14 ini, UPER melepas 223 wisudawan dengan capaian gemilang; 46,64 persen lulus Sangat Memuaskan dan 33,18 persen meraih predikat Pujian (Cumlaude).

Profil lulusan multitalenta (The Renaissance Figure) inilah yang diwujudkan UPER guna menjembatani kesenjangan green skills global melalui falsafah Sarjana Sujana.

“Predikat ‘Sarjana’ menandai penguasaan sains dan teknologi, namun gelar akademik ini baru sebuah awal. Falsafah ‘Sujana’ melengkapinya dengan kekuatan kompas moral agar ilmu para lulusan yang memiliki kombinasi keahlian adaptif lintas disiplin ini mampu menjadi jembatan kebaikan yang tulus serta inklusif bagi masyarakat,” tutur Prof. Djoko. (Adi)

Latest

Misi Tembus Porprov Jabar 2026: KONI Depok Optimistis 70 Persen Cabor Berpotensi Emas

Depok | Sketsa Online – Ketua Umum KONI (Komite...

Diduga Gelapkan SHM dan Jadikan Agunan, Oknum Pegawai BUMN Dilaporkan ke Polresta Bogor

Bogor | Sketsa Online - Polresta Bogor menerima laporan...

Newsletter

Don't miss

Misi Tembus Porprov Jabar 2026: KONI Depok Optimistis 70 Persen Cabor Berpotensi Emas

Depok | Sketsa Online – Ketua Umum KONI (Komite...

Diduga Gelapkan SHM dan Jadikan Agunan, Oknum Pegawai BUMN Dilaporkan ke Polresta Bogor

Bogor | Sketsa Online - Polresta Bogor menerima laporan...

Misi Tembus Porprov Jabar 2026: KONI Depok Optimistis 70 Persen Cabor Berpotensi Emas

Depok | Sketsa Online – Ketua Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Depok, Herry Suprianto, optimistis sekitar 70 persen cabang olahraga (cabor) yang...

Diduga Gelapkan SHM dan Jadikan Agunan, Oknum Pegawai BUMN Dilaporkan ke Polresta Bogor

Bogor | Sketsa Online - Polresta Bogor menerima laporan dugaan penggelapan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah yang menyeret seorang oknum pegawai Badan Usaha Milik...

Amanah Baru Srikandi DLHK Depok, Reni Siti Nuraeni: Kolaborasi dan Konsistensi Jadi Kunci Penanganan Sampah

Depok | Sketsa Online – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola lingkungan...