Amanah Baru Srikandi DLHK Depok, Reni Siti Nuraeni: Kolaborasi dan Konsistensi Jadi Kunci Penanganan Sampah

Depok | Sketsa Online – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola lingkungan dan penanganan sampah secara lebih sistematis, terintegrasi, serta berkelanjutan di Kota Depok.

Baginya, amanah baru di lingkungan Pemerintah Kota Depok bukan sekadar penugasan birokrasi, tetapi tanggung jawab besar yang berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, dan masa depan kota yang lebih bersih serta tertata.

Kepercayaan yang diberikan oleh Wali Kota Depok (Dr. H. Supian Suri, M.M.), Wakil Wali Kota Depok (Chandra Rahmansyah, S.Kom.), dan Sekretaris Daerah Kota Depok (Drs. Mangnguluang Mansur, M.Si.) disambut Reni dengan rasa syukur sekaligus tekad untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik di sektor lingkungan hidup dan kebersihan.

“Terima kasih untuk bapak wali, pak wakil dan pak sekda atas amanahnya. Insya Allah amanah ini akan menjadi pemacu untuk peningkatan kinerja kami di DLHK. Terima kasih juga kepada keluarga dan teman-teman yang selama ini mendoakan dan mendukung,” ujar Reni Siti Nuraeni usai pelantikan di Aula Teratai, Baleka 1, Margonda Depok pada Senin (25/5/26).

Baca juga:  Road to Soekarno Cup 2026: PDIP Depok Hidupkan Jiwa Sportivitas dan Nasionalisme Pemuda

Menurutnya, dukungan dari pimpinan daerah, keluarga, rekan kerja, hingga masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjalankan tugas di bidang lingkungan hidup yang saat ini menghadapi tantangan semakin kompleks seiring pertumbuhan kawasan perkotaan dan meningkatnya volume sampah setiap hari.

Reni memandang jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan integritas, kehati-hatian, dan semangat pengabdian. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, ia mengaku selalu memohon petunjuk kepada Allah SWT agar amanah yang diemban membawa manfaat luas serta dijauhkan dari hal-hal yang dapat menimbulkan keburukan.

“Saya selalu memohon kepada Allah SWT kebaikan dari jabatan ini dan kebaikan-kebaikan yang tersembunyi dari jabatan ini. Saya juga memohon perlindungan dari hal-hal buruk akibat jabatan ini maupun keburukan-keburukan yang tersembunyi dari jabatan ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Reni menjelaskan bahwa persoalan sampah saat ini tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai isu kebersihan semata.

Baca juga:  Doa, Cinta, Bakti: H. Rudiman Ajak Warga Muliakan Orang Tua dan Tebar Manfaat

Di kota berkembang seperti Depok, pengelolaan sampah telah menjadi isu strategis yang berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan hidup, tata kelola pemerintahan, hingga kemampuan fiskal daerah.

Penanganan sampah yang tidak optimal dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Penumpukan sampah berpotensi memicu pencemaran air dan udara, meningkatkan risiko penyakit, mengurangi kualitas ruang hidup warga, hingga memperbesar biaya operasional pengelolaan sampah yang harus ditanggung pemerintah daerah.

“Isu sampah saat ini tidak hanya terkait dengan kebersihan saja, tetapi sudah merambah menjadi isu strategis di bidang kesehatan masyarakat, pengelolaan lingkungan hidup, tata kelola pemerintahan dan kemampuan fiskal juga,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat melalui pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Tak hanya itu, DLHK Kota Depok pun akan memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Pada sektor hulu, langkah yang didorong meliputi edukasi masyarakat, penguatan budaya memilah sampah, serta peningkatan kesadaran menjaga lingkungan.

Baca juga:  Evaluasi Kinerja OPD 2025 Jadi Landasan, Komisi D DPRD Depok Targetkan Revisi Perda Strategis 2026

Sementara pada sektor hilir, perhatian difokuskan pada optimalisasi pengangkutan, pengolahan, hingga pengelolaan akhir sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

“Sehingga perlu penanganan yang lebih sistematis, terintegrasi dan berkelanjutan. Mulai dari hulu sampai ke hilir. Insya Allah kita akan fokus dan konsisten menyelesaikan semuanya,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Reni juga menekankan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar program pengelolaan lingkungan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Partisipasi masyarakat, komunitas lingkungan, dunia usaha, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan dinilai memiliki peran besar dalam membangun budaya peduli lingkungan dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Depok.

“Harapannya semua stakeholder dapat mensupport program-program yang akan kami jalankan sesuai dengan arahan pimpinan. Karena semua tujuannya untuk kepentingan kita semua,” tutupnya. (el’s)

Latest

Newsletter

Don't miss

Diduga Gelapkan SHM dan Jadikan Agunan, Oknum Pegawai BUMN Dilaporkan ke Polresta Bogor

Bogor | Sketsa Online - Polresta Bogor menerima laporan...

Padam Total di Tujuh Provinsi! Gangguan SUTET 275 kV Picu Blackout Massal Sumatera

Sumatera | Sketsa Online - Pulau Sumatera dilanda pemadaman...

Diduga Gelapkan SHM dan Jadikan Agunan, Oknum Pegawai BUMN Dilaporkan ke Polresta Bogor

Bogor | Sketsa Online - Polresta Bogor menerima laporan dugaan penggelapan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah yang menyeret seorang oknum pegawai Badan Usaha Milik...

Bangga! Supian Suri Apresiasi RS Hermina Depok sebagai Pionir Sport Clinic Pertama di Kota Depok

Depok | Sketsa Online - Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya atas hadirnya Sport Clinic dan Wellness Center di RS...

Menakar Esensi Idul Adha 1447 H: Manifestasi Kurban untuk Kemaslahatan ala Ketua DPRD Kota Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan yang identik dengan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Idul Adha...