Mahakarya Fiorellya by Dwee, Satukan Hati dalam Elegansi Abadi Pernikahan Putri Hj Endah Winarti

Depok | Sketsa Online.com – Dalam setiap helai kain, tersimpan kisah cinta yang dijahit dengan doa. Begitulah filosofi yang dipegang Dwee, desainer di balik label Fiorellya by Dwee, saat dipercaya merancang busana bagi keluarga besar Hj. Endah Winarti pada momen sakral pernikahan sang putri, Shinta Saraswati.

“Alhamdulillah, rasanya sangat bahagia dan terharu ketika dipercaya untuk merancang busana untuk acara pernikahan Kak Shinta. Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah kehormatan besar dan simbol cinta keluarga,” ungkap Dwee.

Kepercayaan yang diberikan Hj. Endah Winarti bukan hanya menjadi pencapaian profesional bagi Dwee, melainkan juga bentuk penghargaan atas karya dan dedikasinya di dunia mode. Ia mengaku ingin menghadirkan rancangan yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga mengandung makna dan rasa.

Baca juga:  Bangun Mental Mahasiswa! Andi Tatang Supriyadi Tegaskan Sempro Penentu Kualitas dan Integritas

“Saya ingin setiap busana menghadirkan keanggunan yang lembut dan penuh kehangatan, seperti hubungan yang erat dalam keluarga Bunda Endah. Inspirasi desain pun lahir dari karakter keluarga tersebut, anggun, bersahaja, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Kemudian, Dwee menuturkan, tantangan terbesar dalam proses ini adalah menyesuaikan karakter dua generasi.

“Bunda Endah dikenal elegan dan ceria, sementara Kak Shinta lebih muda dan lembut. Saya ingin keduanya tetap serasi, tetapi memiliki sentuhan personal masing-masing,” jelasnya.

Ia memainkan detail bahan dan potongan agar setiap busana memiliki cerita tersendiri, tanpa kehilangan kesatuan tema keluarga.

Baca juga:  Predikat Kota Layak Anak Dipertanyakan! Andi Tatang Desak Evaluasi Maraknya Kasus Pencabulan Anak di Depok

Sebagai ciri khas Fiorellya by Dwee, setiap rancangan menonjolkan keanggunan sederhana namun berkelas. Desainnya sopan, nyaman, dan disempurnakan dengan sentuhan modern agar terlihat segar dan elegan.

“Saya ingin setiap pemakai busana merasa percaya diri, berbahagia, dan memancarkan aura positif,” tutur Dwee.

Lebih dari sekadar keindahan visual, setiap detail pada kebaya dan gaun resepsi memiliki makna mendalam. Potongan desain, taburan payet, dan pilihan aksesori menjadi simbol cinta serta kebersamaan.

“Payet yang memantulkan cahaya melambangkan doa agar keluarga selalu bersinar dan diberkahi,” tambahnya dengan senyum hangat.

Baca juga:  Hamzah Bongkar Jurus Wisata Urban, Depok Disiapkan Jadi Primadona Baru Jabodetabek

Momen paling berkesan bagi Dwee adalah saat melihat Hj. Endah, Kak Nadiya dan Ibu Musyawaratun mengenakan hasil rancangannya.

“Rasanya luar biasa melihat mereka tampil begitu anggun dan bahagia. Itu momen yang membuat saya benar-benar terharu. Saya berharap busana ini menjadi bagian dari kenangan indah dan abadi di hari bahagia mereka,” ucapnya.

Sebagai penutup, Dwee berpesan kepada calon pengantin agar memilih busana yang mencerminkan kepribadian dan makna cinta itu sendiri.

“Setiap kebaya punya cerita. Tidak harus mewah, yang penting elegan, nyaman, dan dibuat dengan hati. Karena busana yang dijahit dengan cinta akan selalu terlihat indah,” tutupnya. (el’s)

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...