Depok | Sketsa Online – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok mengesahkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode lima tahunan secara aklamasi dalam forum resmi yang dihadiri seluruh jajaran pengurus harian cabang (PHC), pimpinan anak cabang (PAC), serta badan otonom partai, di Hotel Margo, Depok pada Sabtu (4/4/26).
Pengesahan tersebut menjadi bagian dari kewajiban organisasi yang dilakukan setiap lima tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepengurusan kepada struktur partai di bawahnya.
Ketua DPC PKB Kota Depok, M. Faizin, menegaskan bahwa seluruh rangkaian laporan telah disampaikan secara menyeluruh, mulai dari dinamika organisasi, tantangan yang dihadapi, hingga capaian politik selama satu periode kepemimpinan.
“Periodisasi di PKB itu lima tahunan, sehingga hari ini kami menyampaikan laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk kewajiban organisasi. Saya bersama seluruh jajaran pengurus telah memaparkan kinerja selama satu periode, mulai dari tantangan, rintangan, hingga capaian yang berhasil diraih,” ujar M. Faizin.
Ia menyebutkan, salah satu capaian signifikan adalah peningkatan kursi legislatif PKB Kota Depok pada Pemilihan Legislatif (Pileg), dari tiga kursi menjadi lima kursi. Selain itu, partai juga mencatat peran dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Alhamdulillah, capaian kita terlihat dari peningkatan kursi legislatif dari tiga menjadi lima kursi. Ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader dan struktur partai. Termasuk juga kontribusi kita dalam Pilkada,” jelasnya.
Menurutnya, penerimaan LPJ secara aklamasi oleh seluruh PAC menjadi indikator kuat soliditas internal partai.
“LPJ kami diterima secara aklamasi oleh seluruh PAC. Artinya, seluruh struktur menerima dan mengapresiasi kinerja pengurus selama satu periode. Ini menunjukkan bahwa PKB Kota Depok solid tanpa celah,” tegasnya.
Tak hanya menyampaikan laporan, forum tersebut juga membahas rencana kerja strategis menuju 2029. PKB Kota Depok menargetkan peningkatan signifikan dengan meraih 10 kursi legislatif.
“Kami tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi juga menyiapkan langkah ke depan. Target kami jelas, yaitu 10 kursi pada 2029. Ini sudah masuk dalam rencana kerja dan strategi partai,” ungkapnya.
Dalam rapat pleno, lanjut Faizin, juga dilakukan pemetaan calon ketua DPC untuk periode berikutnya. Terdapat sejumlah nama yang diusulkan, baik dari hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) maupun usulan dari tingkat bawah.
“Tadi dalam rapat pleno disampaikan beberapa nama calon ketua, antara lain saya sendiri, Pak Iwan Setiawan, Pak Siswanto, Pak Babay Suhaimi, dan Pak Abdul Khoir. Semua nama ini akan diserahkan ke DPP untuk diproses lebih lanjut,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kandidat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang dilaksanakan dalam beberapa tahap oleh DPP.
“Nanti akan ada uji kelayakan dan kepatutan, bahkan bisa sampai tiga tahap. DPP ingin memastikan bahwa yang terpilih benar-benar mampu membawa PKB Kota Depok mencapai target, termasuk target 10 kursi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faizin juga menegaskan bahwa dalam mekanisme organisasi PKB, tidak terdapat status demisioner sebelum terbitnya keputusan resmi dari DPP.
“Sesuai AD/ART, tidak ada istilah demisioner. Pengurus yang ada saat ini tetap menjalankan tugas sampai terbit surat keputusan (SK) baru dari DPP. Jadi kami tetap mengawal organisasi sampai kepengurusan baru ditetapkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa proses penjaringan dilakukan secara terbuka melalui kombinasi pemetaan dari DPP dan usulan dari struktur partai di daerah.
“Ada pemetaan dari DPP, tapi juga ada ruang bagi PAC untuk mengusulkan nama. Semua akan dikaji dan diputuskan oleh DPP,” ucapnya.
Dengan pengesahan LPJ, penyusunan rencana kerja, serta proses penjaringan kepemimpinan yang tengah berjalan, PKB Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi dan meningkatkan kinerja politik menuju Pemilu 2029. (el’s)




