Predikat Kota Layak Anak Dipertanyakan! Andi Tatang Desak Evaluasi Maraknya Kasus Pencabulan Anak di Depok

Depok | Sketsa Online – Predikat Kota Layak Anak yang disandang Kota Depok kembali menjadi sorotan serius. Praktisi hukum,  (DR. (C) Andi Tatang Supriyadi, S.E., S.H., M.H.), mendesak Pemerintah Kota Depok melakukan evaluasi menyeluruh menyusul maraknya kasus dugaan pencabulan terhadap anak yang dinilai terjadi berulang serta menunjukkan lemahnya sistem perlindungan dan pencegahan.

Sorotan ini mencuat setelah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) menerima pengaduan dari dua orang tua korban yang melaporkan dugaan pencabulan anak ke Polres Depok pada 7 Januari 2026.

Laporan tersebut kini telah memasuki tahap penyidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Penyidik tengah melakukan pemeriksaan saksi serta melengkapi alat bukti untuk menentukan status tersangka.

“Perkara ini sudah berada pada tahap penyidikan. Kami berharap prosesnya berjalan profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi korban,” ujar Andi Tatang, dikantornya pada Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman pendampingan berbagai kasus, pelaku kekerasan seksual terhadap anak umumnya berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti orang yang dikenal dan dipercaya, bahkan memiliki kedekatan dengan keluarga.

Dalam kasus yang tengah dikawal, terduga pelaku diketahui merupakan sosok yang dekat dengan korban, yakni seorang pelatih dalam kegiatan olahraga yang diikuti anak tersebut. Kondisi ini menjadi peringatan bagi orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sosial anak.

Baca juga:  Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

“Faktanya, pelaku sering kali bukan orang asing, melainkan orang terdekat. Ancaman justru kerap datang dari lingkungan yang dianggap aman,” tegasnya.

Andi Tatang juga meminta Polres Depok menjadikan kasus ini sebagai perhatian khusus, mengingat telah menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menekankan pentingnya penanganan yang cepat, tepat, dan akuntabel agar memberikan rasa keadilan bagi korban.

“Kasus ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Penanganan yang cepat dan akuntabel penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memberikan rasa keadilan bagi korban,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, LBH memastikan akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas sesuai harapan keluarga korban, yakni sampai ke proses persidangan di pengadilan. Pendampingan hukum diberikan secara cuma-cuma sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses keadilan bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen mengawal perkara ini sampai tuntas, hingga ke persidangan, demi memastikan hak-hak korban benar-benar terpenuhi,” ujar Andi Tatang.

Baca juga:  Susur Sungai Ciliwung, Dedie A. Rachim Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah dari Hulu

Lebih lanjut, ia menilai maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Depok menjadi indikator belum optimalnya implementasi program Kota Layak Anak. Menurutnya, predikat tersebut harus diiringi dengan perlindungan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak di lapangan.

“Jika kasus terus berulang, maka perlu evaluasi serius. Kota Layak Anak bukan sekadar penghargaan, tetapi tanggung jawab yang harus diwujudkan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perlindungan anak harus dimulai dari pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan, tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum setelah kejadian. Orang tua, kata dia, memiliki peran penting dalam membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengajarkan batasan tubuh, serta mendorong keberanian anak untuk berbicara jika mengalami hal yang tidak nyaman.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci agar anak berani berbicara jika mengalami hal yang tidak wajar,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat edukasi publik melalui sosialisasi yang menyentuh langsung masyarakat, bukan sekadar seremonial. Peran perangkat wilayah seperti kelurahan, RT, dan RW dinilai strategis dalam membangun sistem deteksi dini serta mekanisme pelaporan yang cepat dan responsif.

Baca juga:  Dedie Rachim Sampaikan Duka Cita, Warga Bogor Diminta Waspada Dampak Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat

“Program Kota Layak Anak harus diimplementasikan secara nyata, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga sekolah. Semua pihak harus terlibat aktif,” katanya.

Andi Tatang juga menegaskan bahwa penegakan hukum hingga putusan pengadilan tetap penting untuk memberikan efek jera bagi pelaku. Namun, tanpa upaya pencegahan yang kuat, kasus serupa berpotensi terus berulang dengan pelaku yang berbeda.

“Penindakan harus tegas, tetapi pencegahan tidak boleh diabaikan. Keduanya harus berjalan seimbang,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, ia mengingatkan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

“Ukuran sebuah kota layak anak bukan terletak pada predikat yang disandang, melainkan pada sejauh mana anak-anak benar-benar merasa aman, terlindungi, dan didengar. Jika kekerasan masih terjadi, maka ini menjadi cermin bahwa perlindungan anak belum sepenuhnya hadir. Sudah saatnya semua pihak bergerak bersama memastikan setiap anak tumbuh tanpa rasa takut di lingkungannya,” tutupnya. (el’s)

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...