Depok | Sketsa Online – Malam yang penuh keberkahan menyelimuti peringatan Haul ke-18 almarhum H. Obih Madrais bin Madrais yang digelar pada Sabtu malam, 18 April 2026, di kediaman H. Rudiman, Jalan Mayor Idrus, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Ratusan jamaah dari berbagai wilayah memadati lokasi acara untuk menghadiri majelis doa dan dzikir sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar spiritual dalam mengenang sosok almarhum.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini berlangsung khidmat dengan rangkaian acara sarat nilai keagamaan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, dzikir bersama, hingga tausiah yang menggugah hati. Sejumlah alim ulama, ustaz, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan turut hadir dan larut dalam suasana religius.
Dalam sambutannya, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, menyampaikan tausiah yang menekankan pentingnya memuliakan orang tua sebagai kunci utama meraih keberkahan hidup. Ia mengajak jamaah untuk merenungi kembali hakikat hubungan seorang anak dengan orang tua sebagai jalan menuju ridha Allah SWT.
“Muliakan orang tua, karena di situlah pintu keberkahan hidup terbuka. Ridha Allah SWT tidak akan kita raih tanpa ridha dari orang tua. Apa pun yang kita kejar di dunia ini tidak akan bernilai jika kita melupakan mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ia menegaskan bahwa haul bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan majelis pengingat (tazkirah) agar manusia kembali kepada tujuan hidup yang sejati, yakni beribadah kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama, terutama kepada kedua orang tua.
“Sering kali manusia sibuk mengejar dunia, tetapi lupa bahwa keberkahan bukan terletak pada banyaknya harta, melainkan pada keridhaan Allah. Dan jalan menuju itu sangat dekat, yaitu melalui bakti kepada orang tua,” tambahnya.
Lebih lanjut, H. Hamzah juga mengapresiasi keluarga besar almarhum yang dinilai terus menjaga nilai-nilai kebaikan yang diwariskan, seperti kepedulian sosial, semangat berbagi, serta keikhlasan dalam membantu sesama.
Menurutnya, keteladanan H. Rudiman dan istri sebagai anak almarhum menjadi bukti nyata bahwa kemuliaan seseorang tidak semata diukur dari capaian duniawi, melainkan dari konsistensi dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan.”
“Orang-orang yang dimuliakan Allah adalah mereka yang memuliakan orang tuanya, menghormati gurunya, dan ringan tangan membantu sesama. Itulah jalan menuju kehidupan yang penuh berkah,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, jamaah juga diajak untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat tali persaudaraan, serta menumbuhkan semangat sedekah sebagai wujud nyata keimanan.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sementara amal kebaikan akan menjadi bekal abadi di akhirat.
Haul ini tidak hanya menjadi ajang mendoakan almarhum, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta menghidupkan nilai-nilai kepedulian di tengah masyarakat.
“Semoga melalui haul ini, kita tidak hanya mendoakan almarhum, tetapi juga mampu meneladani akhlak dan kebaikan beliau, terutama dalam hal berbagi, menghormati orang tua, dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan penuh harap, memohon agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta seluruh jamaah diberikan keimanan yang kokoh, kesehatan, dan keberkahan dalam kehidupan.
“Peringatan haul ke-18 ini menjadi pengingat bahwa keberkahan hidup tidak semata diukur dari capaian duniawi, melainkan dari ketulusan dalam memuliakan orang tua, menjaga hubungan dengan sesama, serta menebar manfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tutup H. Hamzah. (el’s)




