Depok | Sketsa Online – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat aspek kesehatan dan kesejahteraan pegawai.
Melalui kegiatan Health Talk dan Medical Check Up (pemeriksaan kesehatan), instansi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja, tetapi juga pada keberlanjutan produktivitas sumber daya manusia.
Kegiatan Health Talk yang digelar pada Kamis (16/4/2026) di Aula Dudi Iskandar menghadirkan edukasi komprehensif seputar pola hidup sehat. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat, pengelolaan stres kerja, hingga penerapan kebiasaan sehat seperti pola makan bergizi dan aktivitas fisik rutin.
Edukasi ini menjadi penting mengingat beban kerja pelayanan publik yang dinamis dan menuntut konsistensi performa. Pegawai dituntut tetap fokus, responsif, serta mampu berinteraksi secara optimal dengan masyarakat dalam berbagai kondisi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Jumat (17/4/2026) dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta indikator kesehatan dasar lainnya.
Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan metabolik yang kerap tidak disadari pada tahap awal.
Seluruh pegawai, mulai dari pejabat struktural hingga tenaga pendukung seperti CPNS, PPPK, dan PPNPN, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Partisipasi menyeluruh tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, A.Md.IM., S.H., M.A., menegaskan bahwa kesehatan pegawai merupakan faktor krusial dalam mendukung kualitas layanan publik.
“Kami ingin memastikan seluruh pegawai berada dalam kondisi sehat dan bugar. Dengan kondisi tersebut, kinerja akan lebih optimal dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia juga menekankan pentingnya langkah preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan, sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan adalah investasi penting dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” tambahnya.
Menurutnya, pelayanan keimigrasian khususnya dalam proses penerbitan paspor membutuhkan tingkat ketelitian dan konsentrasi tinggi. Karena itu, kondisi fisik dan mental pegawai harus selalu terjaga agar mampu memberikan layanan yang profesional, ramah, dan responsif.
Program ini juga memiliki nilai strategis dalam membentuk budaya kerja yang lebih sehat. Tidak hanya berdampak pada individu pegawai, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis, meningkatkan semangat kerja, serta memperkuat kolaborasi antarpegawai.
Menutup pernyataannya, Irvan menegaskan bahwa pelayanan yang baik berawal dari kondisi pegawai yang sehat, baik secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, upaya menjaga kesehatan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan publik yang humanis, profesional, dan dapat dipercaya.
“Kami berharap langkah sederhana ini mampu memberikan dampak besar, tidak hanya bagi kinerja organisasi, tetapi juga bagi kepuasan masyarakat yang kami layani setiap hari,” tutupnya. (el’s)




