Depok | Sketsa Online – Usaha sembako yang dirintis warga Kelurahan Depok Jaya sejak Juni 2025 terus menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga April 2026.
Memasuki tahap operasional pada Agustus 2025, usaha ini tidak hanya mampu bertahan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang sebagai salah satu penopang ekonomi keluarga di lingkungan setempat.
Perkembangan tersebut ditopang oleh kehadiran Komunitas Koperasi Merah Putih (KKMP) Depok Jaya yang berperan sebagai penghubung distribusi sekaligus penguatan ekosistem usaha warga.
Melalui pola pengelolaan berbasis komunitas, KKMP menghadirkan akses bahan pokok dengan harga yang relatif stabil dan kompetitif, sehingga pelaku usaha kecil memiliki ruang untuk tumbuh tanpa tekanan harga pasar yang terlalu tinggi.
Lurah Depok Jaya, Herliana Maharani, S.STP, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi antara warga dan pengelola KKMP dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis lingkungan.
“Alhamdulillah, saat ini sudah terlihat perkembangan yang cukup baik. Usaha sembako warga yang dirintis sejak Juni, kemudian mulai berjalan pada Agustus, hingga sekarang masih terus berlanjut dan berkembang,” ujar Herliana, Senin (6/4/2026).
Ia menilai, keberadaan KKMP memberikan dampak konkret terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain membantu menekan harga jual agar tetap bersaing, KKMP juga membuka peluang usaha bagi warga yang sebelumnya belum memiliki akses terhadap jaringan distribusi barang kebutuhan pokok.
“Keberadaan KKMP sangat membantu perekonomian warga, khususnya di Depok Jaya. Harga yang diberikan juga insyaallah mampu bersaing dengan harga di luar, sehingga masyarakat memiliki alternatif yang lebih terjangkau dan usaha warga dapat terus berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Herliana menekankan bahwa penguatan kelembagaan menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan program. Ia mendorong peningkatan jumlah anggota sebagai upaya memperluas manfaat ekonomi, sekaligus memperkuat posisi tawar komunitas dalam sistem distribusi.
Di sisi lain, aspek manajemen juga menjadi perhatian utama. Pengelolaan yang profesional dan transparansi laporan dinilai sebagai kunci untuk menjaga kepercayaan anggota serta memastikan program berjalan secara berkesinambungan.
“Harapannya, anggota KKMP dapat terus bertambah, manajemen semakin baik, baik dari sisi pengelolaan maupun pelaporan, sehingga seluruh warga Depok Jaya bisa merasakan manfaatnya dan kita dapat sukses bersama,” tambahnya.
Seiring dengan perkembangan tersebut, Herliana melihat KKMP sebagai model ekonomi kerakyatan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan dan pemerataan kesejahteraan.
Pendekatan kolektif yang dibangun melalui semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas usaha warga di tengah dinamika ekonomi.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah kelurahan, pengelola KKMP, dan masyarakat diharapkan semakin kuat, sehingga program ini dapat berkembang lebih luas dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas,” tutupnya. (el’s)




