Kado Terindah di Bulan Ramadan, Sinta: Menjadi Keluarga bagi Anak Yatim, Memuliakan Sesama sebagai Ibadah Nyata

Depok | Sketsa Online – Ramadan selalu menghadirkan ruang perenungan tentang makna hidup, kepedulian, dan tanggung jawab manusia terhadap sesamanya. Di bulan yang penuh rahmat ini, nilai-nilai kemanusiaan terasa semakin hidup ketika kasih sayang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan buka puasa bersama keluarga besar SMP dan SMK Karya Putra Bangsa bersama anak-anak yatim yang digelar di kediaman Sinta Cahyana Putri di wilayah Cimpaeun, Kota Depok, Minggu (15/3/2026).

Bukan sekadar acara berbuka puasa, pertemuan sederhana itu menjadi ruang kebersamaan yang sarat makna. Anak-anak yatim yang hadir tidak hanya disambut sebagai tamu, tetapi diperlakukan sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.

Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Ramadan kembali mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari apa yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar kepedulian yang mampu ia berikan kepada sesama.

Baca juga:  Bangkitkan Koperasi Depok, Wakil Wali Kota Serukan Revitalisasi Total dan Regenerasi Anak Muda

Direktur Pendidikan sekaligus Direktur Keuangan Sekolah Karya Putra Bangsa, Sinta Cahyana Putri, SE, MM, menyampaikan bahwa kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan dan kepedulian sosial tidak dapat dipisahkan.

“Kehadiran bapak dan ibu guru serta adik-adik semua sangat berarti bagi kami. Saya mohon doa, siapa tahu di antara adik-adik yang hadir hari ini ada doa yang langsung didengar oleh Allah SWT agar apa yang sedang kami lakukan di sekolah dapat berjalan dengan baik,” ujar Sinta.

Selama lima bulan menjalankan amanah di lingkungan sekolah, Sinta mengaku terus berupaya melakukan berbagai pembenahan. Baginya, perubahan dalam dunia pendidikan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas atau sistem administrasi, tetapi juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan yang harus tumbuh di dalamnya.

Salah satu langkah yang kini menjadi perhatian sekolah adalah membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak yatim piatu agar mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan.

Baca juga:  Ketua IMAPALA Pekanbaru: Beasiswa Palas Mandek, Pemkab dan Perusahaan Jangan Main Petak Umpet

“Memang ada program khusus bagi adik-adik yatim piatu yang digratiskan untuk masuk ke sekolah Karya Putra Bangsa. Untuk tingkat SMP, mereka dapat bersekolah gratis sejak awal hingga lulus melalui program RSSG,” jelasnya.

Dalam pandangan Sinta, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, empati, dan nilai-nilai kehidupan. Pendidikan yang baik harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.

Karena itu, berbagai langkah pembenahan juga terus dilakukan di lingkungan sekolah, mulai dari peningkatan sarana pendidikan hingga evaluasi manajemen yang dilakukan secara berkala. Evaluasi internal setiap bulan di tingkat SMP maupun SMK menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan agar terus berkembang dan semakin baik.

Baca juga:  Spektakuler! H. Hamzah Jadikan Lebaran Depok 2026 Etalase Budaya Betawi & Nusantara

Namun di balik berbagai upaya pembenahan tersebut, Ramadan mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana lembaga itu mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Bagi Sinta, memuliakan anak-anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan juga bagian dari ibadah yang menghadirkan keberkahan.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh rahmat, kebersamaan itu menjadi pengingat bahwa setiap uluran tangan, setiap kesempatan yang diberikan, dan setiap kepedulian yang ditanamkan adalah bagian dari investasi kebaikan untuk masa depan.

“Karena pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas. Ia adalah jalan untuk menumbuhkan harapan, membangun empati, dan menyiapkan generasi yang mampu membawa cahaya bagi kehidupan yang lebih baik,” tutupnya.(el’s)

Latest

Lebih dari Sekadar Kebaya: Hj. Qonita Lutfiyah Ungkap Makna Kartini yang Sering Terlupakan

Depok | Sketsa Online - Peringatan Hari Kartini kerap...

Tak Hanya Cantik! Hj. Yuni Indriany: Perempuan Harus Ambil Peran Nyata dan Berdampak

Depok | Sketsa Online - Peringatan Hari Kartini bukan...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Percepat Penanganan Banjir Cigudeg, 50 Warga Mengungsi dan Bantuan Mulai Disalurkan

CIGUDEG, BOGOR | Sketsa Online – Pemerintah Kabupaten Bogor...

Newsletter

Don't miss

Lebih dari Sekadar Kebaya: Hj. Qonita Lutfiyah Ungkap Makna Kartini yang Sering Terlupakan

Depok | Sketsa Online - Peringatan Hari Kartini kerap...

Tak Hanya Cantik! Hj. Yuni Indriany: Perempuan Harus Ambil Peran Nyata dan Berdampak

Depok | Sketsa Online - Peringatan Hari Kartini bukan...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Percepat Penanganan Banjir Cigudeg, 50 Warga Mengungsi dan Bantuan Mulai Disalurkan

CIGUDEG, BOGOR | Sketsa Online – Pemerintah Kabupaten Bogor...

Kejati Banten Geledah Kantor PT ABM di Serang, Sita 90 Dokumen dan CPU Terkait Dugaan Korupsi 2020–2024

SERANG, BANTEN | Sketsa Online – Kejaksaan Tinggi (Kejati)...

Lebih dari Sekadar Kebaya: Hj. Qonita Lutfiyah Ungkap Makna Kartini yang Sering Terlupakan

Depok | Sketsa Online - Peringatan Hari Kartini kerap identik dengan kebaya dan seremoni. Namun di balik itu, makna perjuangan perempuan sering kali tereduksi...

Tak Hanya Cantik! Hj. Yuni Indriany: Perempuan Harus Ambil Peran Nyata dan Berdampak

Depok | Sketsa Online - Peringatan Hari Kartini bukan lagi sekadar tentang simbol kecantikan atau seremoni semata. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Gencarkan Penataan Wilayah di Babakan Madang dan Parung, Fokus Tertibkan PKL dan Infrastruktur

Babakan Madang, Bogor | Sketsa Online – Upaya penataan wilayah di Kabupaten Bogor terus dipercepat. Bupati Bogor Rudy Susmanto kini memperluas fokus ke Kecamatan...