Tak Hanya Penuhi Gizi, Dapur MBG Ciptakan Lapangan Kerja di Sukmajaya

Depok | Sketsa Online – Program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukmajaya tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga terbukti menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan perekonomian masyarakat.  Keberadaan dapur MBG memberi dampak langsung bagi warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan aktivitas usaha lokal.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Depok Komisi D dari Fraksi Partai Gerindra, H. Turiman, saat meninjau pelaksanaan program MBG di Jl. Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok pada Senin (12/1/2026).

Turiman menjelaskan, hampir seluruh operasional dapur MBG melibatkan masyarakat setempat, mulai dari tenaga produksi hingga pengadaan bahan pangan. Pola ini menciptakan efek berantai yang positif bagi ekonomi warga.

“Satu dapur MBG bisa menyerap sekitar 50 sampai 52 tenaga kerja. Mayoritas berasal dari warga sekitar, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Turiman.

Baca juga:  Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Koordinasi PSU untuk Penataan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Bogor

Saat ini, tercatat sekitar 25 dapur MBG beroperasi di Kecamatan Sukmajaya. Dengan rata-rata 52 tenaga kerja per dapur, sedikitnya 1.300 warga terserap melalui program tersebut.

Dari jumlah itu, sekitar 47 orang merupakan tenaga lokal, sementara sisanya diisi tenaga profesional seperti kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi yang juga diprioritaskan dari wilayah setempat.

Program MBG dinilai sangat membantu masyarakat Sukmajaya yang masih didominasi kelompok ekonomi menengah ke bawah. Selain membuka lapangan kerja, keberadaan dapur MBG turut menumbuhkan optimisme warga terhadap kebijakan pemerintah yang berdampak langsung.

Tidak hanya pada sektor ketenagakerjaan, program MBG juga memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil dan pedagang lokal. Pengadaan bahan pangan yang dilakukan langsung dari lingkungan sekitar mendorong peningkatan omzet sekaligus memperkuat perputaran ekonomi warga.

Baca juga:  Pemdes Suka Maju Bagikan BLT DD Tahap III dan IV Tahun 2025

Di sisi lain, Turiman menegaskan pentingnya menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Pengelola dapur MBG diminta konsisten memenuhi standar gizi, porsi, dan cita rasa sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mutu makanan tidak boleh menurun. Jangan sampai ada pengurangan porsi atau kualitas. Kalau memungkinkan, justru harus ada nilai tambah bagi anak-anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Turiman juga mengapresiasi wacana penerapan konsep menu pilihan dalam program MBG. Pelibatan sekolah dan penerima manfaat dinilai dapat membantu dapur memahami selera siswa tanpa mengabaikan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga:  Puji Kemenag dan Wali Kota Depok, Ade Ibrahim Tegaskan Madrasah Pilar Utama Moral Bangsa

“Pendekatan ini baik, karena anak-anak merasa diperhatikan. Selama tetap sesuai standar gizi, menu bisa dibuat lebih variatif dan disukai,” katanya.

Selain itu, penguatan saluran pengaduan dan masukan masyarakat dinilai perlu terus dilakukan melalui peran Koordinator Kecamatan (Korcam). Sistem pengawasan dan evaluasi yang berjalan baik diharapkan mampu menjadikan setiap keluhan sebagai bahan perbaikan program.

Turiman berharap program MBG tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga terus dikembangkan sebagai model kebijakan yang menyentuh dua aspek sekaligus, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal.

Dengan pengelolaan yang konsisten dan transparan, dapur MBG diyakini mampu menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat Sukmajaya dalam jangka panjang. (el’s)

Latest

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Resmi Diluncurkan! Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya Jadi Bukti Nyata Implementasi 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok resmi...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan...

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan...

Newsletter

Don't miss

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Resmi Diluncurkan! Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya Jadi Bukti Nyata Implementasi 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok resmi...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan...

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan...

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini...

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat keluarga sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Komitmen...

Resmi Diluncurkan! Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya Jadi Bukti Nyata Implementasi 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok resmi meluncurkan Posyandu Matahari RW 18 di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, sebagai bagian dari implementasi enam...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan ketidakpastian yang dirasakan orang tua korban pelecehan seksual, harapan itu datang dari seorang advokat yang...