Depok | Sketsa Online – Derasnya arus informasi digital yang rawan memecah persatuan mendorong Pemerintah Kota Depok melalui Kecamatan Cilodong menggelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Cilodong, pada Rabu (7/1/2026), menjadi upaya konkret memperkuat nilai Bhinneka Tunggal Ika di tengah masyarakat majemuk.
Forum dialog dan sosialisasi kebijakan pemerintah tersebut diikuti unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kecamatan Cilodong. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dan kerja sama antarelemen masyarakat guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) merupakan wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara, serta mengembangkan pembauran kebangsaan. Penyelenggaraan FPK mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.
Camat Cilodong, Zainal Arifin, menegaskan bahwa FPK memiliki peran strategis dalam membina ideologi, karakter, dan wawasan kebangsaan masyarakat, khususnya di tengah tantangan era digital yang sarat dengan disinformasi.
“Saling menghargai dan kompak adalah cermin bangsa yang besar,” ujar Zainal Arifin.
Ia menjelaskan, FPK Kecamatan Cilodong telah menyiapkan sejumlah program strategis yang melibatkan lintas kecamatan dan kota sebagai upaya mempererat persatuan, di antaranya kegiatan bela negara serta dialog lintas etnis.
“Program-program ini kami siapkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat di tengah keberagaman,” jelasnya.
Zainal Arifin juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang kerap muncul di ruang digital dan berpotensi memicu perpecahan.
“Masyarakat harus bijak menyikapi informasi agar tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.
Selain forum dialog, kegiatan FPK di Kecamatan Cilodong turut dimeriahkan dengan parade Bhinneka Tunggal Ika yang menampilkan keberagaman budaya dan kehidupan sosial masyarakat. Parade tersebut menjadi simbol persatuan dalam perbedaan serta wujud nyata semangat kebangsaan di tingkat lokal.
Zainal Arifin mengapresiasi terselenggaranya kegiatan parade kebangsaan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keberagaman dan kondusivitas wilayah.
“Kegiatan seperti ini menciptakan stabilitas keberagaman dan kondusivitas wilayah agar Kota Depok tetap aman dan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, kegiatan FPK merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Depok dalam program-program yang berkaitan dengan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Ini adalah upaya merawat persatuan dan kesatuan agar terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Sementara itu, pengurus FPK Kecamatan Cilodong berharap kegiatan ini mampu meningkatkan keguyuban antarsuku dan etnis, serta memperkuat rasa kebangsaan di tengah masyarakat Kota Depok.
FPK Cilodong diharapkan terus menjadi wadah pemersatu yang mampu menjaga keharmonisan sosial serta memperkokoh nilai Bhinneka Tunggal Ika di tengah dinamika perkembangan zaman. (el’s)




