Jembatan Oranye Jadi Titik Rawan Baru! Warga Desak Perbaikan Cegah Korban Bertambah

Depok | Sketsa Online – Kondisi Jembatan Oranye yang menjadi penghubung Kecamatan Cipayung dan Cilodong semakin memprihatinkan dan kini disebut warga sebagai titik rawan baru yang membahayakan keselamatan.

Kerusakan pada pagar, rangka, hingga permukaan jembatan yang licin membuat pengguna baik pejalan kaki maupun pengendara motor sering terpeleset, terutama saat hujan. Warga pun mendesak Pemerintah Kota Depok segera melakukan perbaikan sebelum korban terus bertambah.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian besi pada pagar jembatan terlihat berkarat, keropos, bahkan patah. Beberapa bagian rangka juga tampak bengkok dan terkelupas, menandakan minimnya perawatan selama bertahun-tahun. Kondisi itu membuat jembatan tak lagi aman dilalui, terutama pada jam sibuk ketika banyak warga melintas dari dua kecamatan tersebut.

Baca juga:  Polres Madina Gelar Press Release Penindakan Januari 2026

“Banyak yang sudah jatuh, terutama kalau habis hujan. Lantainya licin, pegangan jembatannya juga sudah rusak. Kami lewat sini setiap hari, tapi selalu was-was,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, pada Jumat (5/12).

Sejumlah warga lainnya menilai kerusakan jembatan memburuk setelah tidak ada lagi pihak yang merawat pasca pelarangan pungutan liar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi KDM.

Sebelumnya, ada warga yang secara swadaya membantu menjaga dan memperbaiki jembatan sambil menarik iuran kecil. Namun setelah larangan diberlakukan, tidak ada pihak yang kembali mengelola pemeliharaan.

Baca juga:  Merawat Jejak Sejarah Depok, Binton Nadapdap Dukung Pendirian Museum Kota

“Dulu masih ada yang ngurus walaupun sambil narik iuran. Setelah dilarang, tidak ada yang memperbaiki sama sekali. Jadinya makin rusak dan tidak ada yang peduli,” keluh warga lainnya.

Lebih lanjut, masyarakat mengungkapkan bahwa Jembatan Oranye merupakan akses vital yang tidak bisa dibiarkan rusak berlarut-larut. Mereka berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok di bawah kepemimpinan Kadis Citra Indah Yulianty segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan menyeluruh. Terlebih, intensitas hujan yang meningkat belakangan ini memperbesar risiko terjadinya kecelakaan.

“Mohon PUPR segera bertindak. Ini jalur penting bagi kami. Jangan tunggu sampai ada korban yang lebih parah baru diperbaiki,” tegas warga.

Baca juga:  Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya perbaikan fisik maupun langkah penanganan dari pihak terkait.

Di tengah kekhawatiran yang semakin meluas, mengingat kondisi jembatan terus memburuk dan ancaman keselamatan semakin nyata bagi pengguna setiap harinya warga mendorong pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah nyata untuk mencegah kasus serupa terulang.

Mereka menilai keselamatan anak-anak tidak boleh dipertaruhkan hanya karena kelalaian penyedia. “Kami hanya ingin anak-anak sekolah dengan aman. Pemerintah harus turun tangan lebih tegas, jangan tunggu ada korban lagi,” ujar salah satu warga dengan penuh harap. (el’s)

Latest

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Resmi Diluncurkan! Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya Jadi Bukti Nyata Implementasi 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok resmi...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan...

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan...

Newsletter

Don't miss

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Resmi Diluncurkan! Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya Jadi Bukti Nyata Implementasi 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok resmi...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan...

Dilema Keadilan di Depok: Trauma Anak di Tengah Lambannya Proses Hukum

Depok | Sketsa Online - Penanganan kasus dugaan kekerasan...

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini...

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat keluarga sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Komitmen...

Resmi Diluncurkan! Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya Jadi Bukti Nyata Implementasi 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok resmi meluncurkan Posyandu Matahari RW 18 di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, sebagai bagian dari implementasi enam...

Saat Nurani Bicara: Jejak Tulus Pengacara Kondang Mengawal Keadilan bagi Korban

Depok | Sketsa Online - Di tengah kecemasan dan ketidakpastian yang dirasakan orang tua korban pelecehan seksual, harapan itu datang dari seorang advokat yang...