Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok kembali melakukan terobosan berani dalam peningkatan layanan publik. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Pemkot resmi memperkenalkan motor tinja berkapasitas 500 liter yang mampu menjangkau lokasi-lokasi padat penduduk dan gang sempit yang sebelumnya mustahil dilayani oleh truk penyedot tinja.
Inovasi ini menjadi jawaban atas hambatan klasik layanan sanitasi di kawasan padat mulai dari kemacetan, akses terbatas, hingga mobil besar yang tidak dapat masuk ke lingkungan warga. Motor tinja hadir sebagai solusi cepat, efisien, dan tepat sasaran untuk memastikan pengelolaan limbah domestik tetap berjalan optimal.
Kepala DPUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan motor tinja dengan tarif Rp150.000. Pemesanan dilakukan melalui UPTD Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) Kota Depok.
“Motor tinja ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi warga yang tinggal di gang sempit. Dengan kapasitas 500 liter, sekali jalan motor tinja dapat melayani hingga dua rumah,” ungkap Citra pada Rabu (26/11).
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa kehadiran motor tinja bukan hanya soal akses, tetapi juga komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan. Dengan layanan yang lebih fleksibel, warga diharapkan tidak lagi menunda penyedotan septik hanya karena keterbatasan akses mobil besar.
Citra menyampaikan bahwa layanan ini juga menjadi upaya strategis untuk mencegah pencemaran dan potensi penyakit yang dapat muncul akibat penumpukan limbah domestik yang tidak tertangani.
Peluncuran motor tinja 500 liter ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Depok dalam menghadirkan layanan sanitasi yang merata, modern, dan adaptif terhadap kondisi permukiman padat. Dengan inovasi ini, DPUPR berharap tidak ada lagi wilayah yang terabaikan hanya karena akses yang sulit dilalui. (el’s)




