Bencana Angin Kencang Rusak Rumah Warga, Siswanto Desak Pemkot Depok Percepat Penanganan Tanpa Prosedur Berbelit

Depok | Sketsa Online – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto SH, mendesak Pemerintah Kota Depok segera mempercepat penanganan rumah warga yang rusak akibat hujan deras disertai angin kencang di wilayah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, serta sebagian wilayah Cipayung.

Siswanto mengatakan bahwa dirinya menerima banyak laporan dan foto dari warga terkait kondisi rumah yang atapnya terbang, bocor, hingga rusak parah setelah cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah masuk kategori bencana dan membutuhkan tindakan cepat, khususnya bagi warga yang tidak mampu memperbaiki rumah mereka secara mandiri.

“Warga melapor kepada saya bahwa angin kencang menyapu atap rumah dan membuat air hujan masuk. Ini bukan kerusakan kecil, warga jelas membutuhkan bantuan pemerintah,” tegas Siswanto, pada Senin (01/12).

Baca juga:  Sambut 2026, Supian Suri Bawa Depok Bangkit dari Stigma Intoleransi

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa warga berpenghasilan rendah sangat terdampak karena tidak memiliki kemampuan membeli material bangunan untuk perbaikan. Pemerintah, kata dia, harus segera turun memberi dukungan konkret agar tempat tinggal warga kembali aman dan layak dihuni.

Siswanto juga menyoroti lambatnya mekanisme penyaluran Bantuan Tidak Terduga (BTT) di Kota Depok. Pasalnya, alur administrasi yang berlaku saat ini dinilai terlalu panjang, tidak responsif, dan sering membuat warga harus menunggu hingga berbulan-bulan untuk mendapatkan bantuan.

Bantuan harus melalui pendataan RT, verifikasi RW, pengesahan kelurahan, hingga pemeriksaan ulang oleh dinas terkait seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Rumkim), sebelum akhirnya masuk ke proses keputusan dan pencairan di tingkat kota. Sistem berlapis inilah yang disebutnya menjadi hambatan terbesar percepatan bantuan.

Baca juga:  Evaluasi Kinerja OPD 2025 Jadi Landasan, Komisi D DPRD Depok Targetkan Revisi Perda Strategis 2026

“Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa BTT tidak bisa langsung turun karena harus melewati proses administrasi yang panjang. Dari pendataan RT, naik ke RW, kelurahan, lalu Rumkim melakukan identifikasi ulang. Setelah itu baru diputuskan apakah layak mendapat bantuan. Ini terlalu lama,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah seharusnya sudah belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya dan memperbaiki mekanisme BTT agar lebih cepat dan responsif terhadap kondisi darurat.

“Kalau kerusakan sudah terlihat jelas dan warga tidak mampu, seharusnya bantuan bisa langsung dieksekusi. Tidak perlu menunggu berlapis-lapis laporan. Ini keadaan darurat,” sambungnya.

Siswanto mendesak agar BTT benar-benar digunakan sebagaimana mestinya sebagai anggaran untuk kondisi tidak terduga, bukan terhambat oleh birokrasi yang berbelit. Kepekaan aparatur pemerintah, menurutnya, sangat penting agar warga tidak semakin terbebani di tengah bencana.

Baca juga:  Rudy Susmanto Gaspol PSEL Galuga, Sampah Bogor Ditargetkan Habis 10 Tahun

Menutup pernyataannya, Siswanto menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lalai dalam situasi genting seperti ini.

“Bencana datang tiba-tiba, tanpa menunggu. Karena itu pemerintah tidak boleh menunda. Setiap menit keterlambatan adalah beban tambahan bagi warga yang rumahnya rusak,” tutupnya.

Ia memastikan bahwa dirinya akan terus mengawal proses ini hingga warga benar-benar mendapatkan bantuan yang layak. Baginya, seorang wakil rakyat harus hadir saat warga berada dalam kondisi paling sulit serta memastikan mereka kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. (el’s)

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...