Depok | Sketsa Online – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, menegaskan komitmennya dalam mendorong UMKM binaan IKABENTO agar memiliki identitas merek yang kuat, terarah, dan mampu bersaing di pasar lokal maupun digital.
Ia menekankan bahwa proses naik kelas UMKM tak hanya bertumpu pada kualitas produk, tetapi juga pada penguatan brand yang berkelanjutan.
“Saya ingin setiap pelaku UMKM di Depok punya brand yang jelas, punya ciri khas. Jangan hanya menjual produk, tapi juga menjual cerita di baliknya. Itu yang membuat konsumen ingat dan kembali membeli,” ujar Cing Ikah pada acara IKABENTO FAIR di Pesona Square, Depok, Sabtu (15/11).

Menurutnya, banyak UMKM baru memiliki produk yang bagus namun belum memahami pentingnya diferensiasi. Karena itu, PKK Kota Depok bersama IKABENTO terus memberikan pendampingan mulai dari packaging, branding, pemasaran, hingga literasi digital.
“Kita ini punya potensi besar. Pelaku UMKM kita kreatif, tapi mereka butuh arahan. Branding itu bukan soal kemasan yang bagus saja, tapi bagaimana produk itu punya karakter dan nilai yang ingin disampaikan,” jelasnya.
Cing Ikah juga menyoroti rencana penguatan brand IKABENTO, yang disebutnya sebagai wadah sekaligus payung promosi bagi para alumni SMPN 3 Depok yang berkecimpung di sektor UMKM.
“Brand IKABENTO ini harus menjadi identitas bersama. Kalau ada produk dari alumni, orang langsung tahu: oh ini produk IKABENTO, ini kualitasnya. Jadi bukan sekadar nama, tetapi jaminan kepercayaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi program seperti IKABENTO FAIR dan pelatihan UMKM yang rutin digelar merupakan langkah konkret untuk mempertemukan produk dengan pasar sekaligus mengukur kesiapan UMKM alumni dalam proses naik kelas.
“Kita ingin UMKM alumni SMPN 3 Depok itu bukan hanya ramai saat acara. Kita ingin mereka siap bersaing sepanjang tahun, punya strategi, dan tahu bagaimana membangun hubungan dengan pelanggan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cing Ikah menilai bahwa Depok perlu memiliki produk unggulan yang mampu menjadi oleh-oleh khas daerah. Ia optimistis bahwa UMKM binaan IKABENTO dapat mencetak produk-produk yang menonjol dan dikenali luas.
“Saya yakin Depok bisa punya produk yang dikenal di luar kota, asal pelaku UMKM mau terus belajar, terbuka, dan memperkuat brand masing-masing. Dari situ nanti kita bisa pilih satu atau dua produk IKABENTO yang potensial dijadikan brand unggulan Depok,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Cing Ikah memberikan pandangan visioner yang bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku UMKM.
Dengan penguatan brand yang konsisten, UMKM tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga membangun cerita, reputasi, dan kepercayaan.
“Saya berharap semua pelaku UMKM di Depok dan bahkan di seluruh Indonesia berani tampil berbeda, percaya pada nilai produknya, dan mampu bersaing di pasar global. Ketika brand kuat, UMKM akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tutupnya. (el’s)




