Depok | Sketsa Online – Di tengah dinamika politik lokal yang semakin kompetitif dan penuh tantangan, peran figur di balik layar kerap menjadi penentu arah sebuah organisasi. Di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok, sosok Iwan Setiawan hadir sebagai penggerak utama yang bekerja dalam senyap, namun memiliki pengaruh signifikan dalam menjaga stabilitas sekaligus merancang arah politik partai.
Sebagai Sekretaris DPC PKB Depok, Iwan Setiawan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif. Ia memainkan peran strategis sebagai penghubung antarstruktur, pengendali ritme organisasi, sekaligus konseptor dalam merumuskan langkah-langkah politik partai secara terukur dan berkelanjutan.
Iwan mengungkapkan, perubahan lanskap politik yang semakin cepat menuntut partai untuk beradaptasi dengan pendekatan yang lebih sistematis.
Menurutnya, kekuatan partai tidak bisa hanya bertumpu pada figur, tetapi harus dibangun melalui sistem yang kokoh dan konsolidasi yang berkelanjutan.
“Politik tidak bisa dijalankan secara spontan. Harus ada perencanaan yang matang, pemetaan yang jelas, dan kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika yang terus berubah,” ujar Iwan.
Dalam menjalankan perannya, ia aktif mengoordinasikan konsolidasi lintas struktur, mulai dari tingkat kota hingga ke akar rumput. Ia memastikan setiap elemen partai bergerak dalam satu arah, sehingga tidak terjadi disorientasi dalam pelaksanaan program politik.
Iwan menilai, konsolidasi merupakan fondasi utama dalam menjaga kekuatan organisasi. Ia menekankan bahwa konsolidasi bukan sekadar agenda formal, tetapi proses berkelanjutan untuk membangun kepercayaan dan kebersamaan.
“Konsolidasi itu bukan hanya pertemuan. Ini tentang menjaga kepercayaan dan memastikan seluruh elemen partai tetap solid dan satu tujuan,” katanya.
Tak hanya itu, Ia juga menaruh perhatian besar pada penguatan struktur partai di tingkat bawah. Baginya, keberadaan struktur yang aktif dan hidup di tengah masyarakat menjadi kunci dalam membangun basis politik yang kuat.
“Kita ingin struktur partai benar-benar hadir dan berfungsi di tengah masyarakat. Karena di situlah denyut politik sebenarnya,” jelasnya.
Selain penguatan struktur, Iwan menjadikan kaderisasi sebagai prioritas utama. Ia meyakini bahwa keberlanjutan partai sangat ditentukan oleh kualitas kader yang dibangun secara sistematis dan berjenjang.
“Kaderisasi harus berjalan dengan baik. Kita harus menyiapkan kader yang tidak hanya loyal, tetapi juga memiliki kapasitas, integritas, dan pemahaman politik yang kuat,” ungkapnya.
Latar belakangnya sebagai aktivis kampus membentuk karakter kepemimpinannya yang berbasis gagasan. Ia terbiasa dengan tradisi diskusi dan pertukaran ide, yang kemudian ia terapkan dalam membangun budaya organisasi di PKB Depok.
“Dari dunia kampus saya belajar bahwa setiap keputusan harus punya dasar pemikiran yang jelas. Politik harus berbasis gagasan, bukan sekadar kepentingan sesaat,” tuturnya.
Pendekatan tersebut ia padukan dengan gaya komunikasi yang terbuka dan dialogis. Dalam menghadapi dinamika internal, Iwan mengedepankan komunikasi sebagai sarana untuk menjaga stabilitas dan mengelola perbedaan.
“Perbedaan itu hal yang wajar. Yang penting bagaimana kita mengelolanya dengan komunikasi yang baik, sehingga tetap menjadi kekuatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, di internal partai, Iwan juga aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Ia menilai, keterbukaan menjadi kunci dalam memperluas jangkauan politik sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
“Partai harus hadir di tengah masyarakat, mau mendengar, dan mampu menjadi jembatan aspirasi,” katanya.
Di era digital, Iwan mendorong pemanfaatan media sebagai sarana komunikasi politik yang lebih efektif, khususnya dalam menjangkau generasi muda. Namun, ia menegaskan bahwa modernisasi harus tetap sejalan dengan nilai-nilai dasar partai.
“Kita harus adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi tidak boleh kehilangan jati diri. Nilai-nilai partai harus tetap menjadi pijakan,” tegasnya.
Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Sukmajaya, Depok, Iwan memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Ia memahami dinamika kota ini tidak hanya dari data, tetapi dari pengalaman hidup yang ia jalani sejak kecil.
“Depok ini bagian dari hidup saya. Saya tumbuh di sini dan memahami bagaimana masyarakatnya. Itu menjadi tanggung jawab untuk ikut berkontribusi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa partai politik harus hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya pada momentum politik semata.
“Partai harus menjadi solusi. Kehadirannya harus dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat pemilu,” katanya.
Meski lebih banyak bekerja di balik layar, Iwan meyakini bahwa peran tersebut justru menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan politik yang kokoh dan berkelanjutan.
“Tidak semua harus terlihat. Yang penting organisasi ini kuat, solid, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang berbasis gagasan, konsolidasi yang terarah, serta strategi yang terukur, Iwan Setiawan menegaskan perannya sebagai konseptor sekaligus stabilisator di tubuh PKB Depok.
Dari Sukmajaya, ia bergerak dalam senyap merancang arah, menjaga soliditas, dan membangun fondasi politik yang lebih matang untuk masa depan. (el’s)




