Depok | Sketsa Online – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan persoalan sosial terus dilakukan PDI Perjuangan Depok melalui pembukaan rekrutmen anggota Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
Program ini tidak hanya berorientasi pada pembentukan relawan kemanusiaan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi sosial agar masyarakat memiliki kepedulian, kemampuan mitigasi, serta semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.
Baguna merupakan organisasi kemanusiaan yang dibentuk atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dengan fokus utama membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun kondisi kedaruratan sosial.

Dalam berbagai penanganan bencana, Baguna dikenal aktif turun langsung membantu masyarakat melalui pembukaan dapur umum swadaya, distribusi bantuan logistik, layanan ambulans, hingga pendampingan kesehatan masyarakat.
Wakil Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan dan Anak DPC PDI Perjuangan Kota Depok sekaligus Koordinator Depok Kesehatan DPP Partai PDI Perjuangan, Meily Magdaleni, menjelaskan bahwa keberadaan Baguna bukan hanya berperan saat bencana terjadi, tetapi juga memiliki misi membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas sosial.
“Baguna hadir bukan sekadar organisasi biasa, tetapi menjadi ruang pengabdian kemanusiaan untuk masyarakat. Sesuai arahan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, tugas utama Baguna adalah membantu rakyat saat menghadapi bencana maupun kondisi darurat sosial,” ujar Meily, Jumat (22/5/2026).
Ia menuturkan, semangat utama yang dibangun dalam Baguna adalah gotong royong serta kecepatan respons terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, anggota yang direkrut nantinya dipersiapkan agar mampu bekerja di lapangan secara disiplin, terorganisir, dan memiliki empati sosial tinggi.
“Semangatnya adalah gotong royong dan kemanusiaan. Kami ingin hadir cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” katanya.
Lebih lanjut, Meily mengungkapkan bahwa sistem rekrutmen dilakukan berbasis wilayah, mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kecamatan hingga kelurahan.
Menurutnya, pola tersebut penting agar relawan lebih memahami karakteristik wilayah masing-masing, termasuk potensi risiko bencana dan kebutuhan sosial masyarakat setempat.
“Dengan sistem berbasis wilayah, anggota bisa lebih mengenal kondisi lingkungan masing-masing sehingga respons terhadap bencana maupun persoalan sosial dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menegaskan, proses seleksi anggota Baguna tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga menitikberatkan pada kualitas sumber daya manusia, kedisiplinan, serta rekam jejak pengabdian sosial.
PDI Perjuangan Depok menerapkan sistem kaderisasi berjenjang melalui Badiklat, tes tertulis, psikotes, hingga penilaian aktivitas sosial calon anggota di tengah masyarakat.
“Jadi yang dicari bukan hanya relawan, tetapi kader kemanusiaan yang memiliki empati, loyalitas, dan kesiapan bekerja di lapangan,” ungkap Meily.
Selain dibekali pendidikan organisasi, anggota Baguna nantinya juga akan mendapatkan pemahaman mengenai mitigasi bencana, respons cepat, pengelolaan dapur umum, layanan ambulans, advokasi kesehatan masyarakat, edukasi kebencanaan, hingga pelestarian lingkungan.
Meily menilai, edukasi mitigasi menjadi bagian penting karena penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan setelah musibah terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat sejak dini.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memiliki pemahaman mitigasi dan kemampuan dasar untuk membantu lingkungan sekitarnya ketika terjadi keadaan darurat,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Ia berharap pembukaan rekrutmen Baguna dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk belajar kepemimpinan, membangun kepedulian sosial, serta terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Anak-anak muda hari ini harus menjadi generasi yang tangguh, peduli, dan siap hadir di tengah masyarakat. Baguna menjadi wadah untuk belajar kemanusiaan, kepemimpinan, dan kerja nyata di lapangan,” pungkasnya.
Melalui semangat bergerak cepat, tanggap, dan peduli, PDI Perjuangan Depok berharap Baguna terus menjadi kekuatan sosial yang mampu memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya kesiapsiagaan dan kepedulian kemanusiaan secara berkelanjutan. (el’s)




