Depok | Sketsa Online – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam memerangi penyalahgunaan narkotika melalui sinergi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi serta pemeriksaan menyeluruh bagi seluruh pegawai, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dudi Iskandar, Lantai 2 Kantor Imigrasi Depok ini diikuti seluruh unsur pegawai, mulai dari pejabat struktural, pejabat fungsional, hingga staf pelaksana. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal sekaligus upaya membangun lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan berintegritas.
Sebagai bentuk deteksi dini, pemeriksaan dilakukan melalui tes urine yang dilaksanakan secara bertahap oleh tim BNN Kota Depok. Prosesnya diawali dengan registrasi dan verifikasi identitas, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel di bawah pengawasan ketat sesuai standar operasional prosedur, guna memastikan hasil yang akurat, objektif, dan akuntabel.
Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi edukasi komprehensif mengenai bahaya narkotika. Materi yang disampaikan mencakup jenis-jenis narkotika dan zat adiktif lainnya, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum bagi pelaku. Edukasi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pegawai.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, menegaskan bahwa kolaborasi dengan BNN Kota Depok merupakan langkah strategis dalam menjaga kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat integritas institusi.
“Sinergi ini menjadi bentuk keseriusan kami dalam memastikan seluruh pegawai bekerja secara profesional, dalam kondisi prima, dan bebas dari pengaruh narkotika. Ini juga bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kami,” ujar Irvan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pemeriksaan rutin, tetapi juga bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk membangun budaya kerja yang disiplin, transparan, dan berintegritas tinggi.
“Kami ingin memastikan setiap pegawai tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. Pegawai harus mampu menjaga diri dari penyalahgunaan narkotika serta memberikan pelayanan publik yang profesional dan dapat dipercaya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Irvan menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari internal institusi dengan membangun kesadaran bersama sebagai fondasi utama.
“Integritas tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan konsistensi, pengawasan, dan komitmen bersama agar nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi budaya dalam organisasi,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Irvan menyampaikan harapannya agar kesadaran terhadap bahaya narkotika semakin mengakar dalam keseharian pegawai. Ke depan, upaya pencegahan narkotika tidak hanya dipandang sebagai kewajiban institusional, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral setiap aparatur negara.
“Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan BNN Kota Depok, kesadaran kolektif terus dibangun bahwa integritas tidak hanya ditegakkan melalui aturan, tetapi juga melalui komitmen pribadi untuk tetap bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat,” tutupnya. (el’s)




