KEMANG, Bogor | Sketsa Online – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya mengadopsi nilai-nilai disiplin, solidaritas, dan kebersamaan ala Komando Pasukan Khusus (Kopassus) guna memperkuat kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor serta mempercepat pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa nilai-nilai yang diterapkan di lingkungan Kopassus dapat menjadi model strategis dalam membangun birokrasi yang tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun ke-74 Kopassus di Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Sabtu (25/4), di Kemang, Bogor.
Menurut Rudy, kedisiplinan dan solidaritas yang dimiliki prajurit Kopassus merupakan fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang solid dan mampu bekerja secara efektif.
“Di Kopassus ada prinsip sederhana: senang bersama, susah bersama. Jika nilai ini diterapkan di pemerintahan, maka pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih cepat dan tepat,” ujar Rudy.
Ia menekankan pentingnya empati dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh kesamaan rasa antara pemerintah dan masyarakat.
“Kalau rakyat kita miskin, kita harus merasa miskin. Kalau rakyat kita sakit dan tidak terlayani, kita juga harus merasakan hal yang sama. Dari situlah muncul dorongan untuk bekerja lebih cepat dan tepat,” tegasnya.
Selain itu, Rudy juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan kerja. Ia mengapresiasi kondisi lingkungan di Batalyon 13 Kopassus yang tertata rapi tanpa bergantung pada petugas khusus, sebagai bukti kuatnya budaya kolektif di dalam satuan tersebut.
Rudy menilai nilai-nilai tersebut perlu diadopsi dalam birokrasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Di sisi lain, ia juga mendorong penguatan sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.
“Saya yakin dengan sinergi yang kuat antara TNI dan pemerintah daerah, pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Letkol Inf. Gerry Heikal Cholid, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap berbagai program pembangunan di lingkungan satuannya.
Ia menjelaskan, sejumlah pembenahan telah dilakukan, mulai dari renovasi fasilitas satuan, pembangunan sarana kesehatan, hingga perbaikan rumah dinas prajurit.
Selain itu, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat juga berhasil mengatasi berbagai persoalan di lapangan, termasuk penanganan aliran Sungai Cibeuteung yang sebelumnya kerap menyebabkan banjir.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sangat membantu kami dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Batalyon 13 juga mencatat berbagai prestasi membanggakan, di antaranya tingkat kelulusan 100 persen dalam pendidikan Secaba dan Secapa, serta dinobatkan sebagai satuan Parako terbaik di lingkungan Kopassus pada tahun 2026.
Dengan penguatan nilai kepemimpinan berbasis kebersamaan dan sinergi lintas sektor, diharapkan kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor semakin optimal dalam memberikan pelayanan publik serta mendorong percepatan pembangunan daerah.




