Selamatkan Generasi Muda! Jiacep Usul Depok Punya Gerakan Sehari Tanpa HP

Depok | Sketsa Online – Kebijakan pemerintah yang memperketat perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh pendidikan Kota Depok, H. Acep Azhari yang akrab disapa Jiacep.

Regulasi yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah tentang Tata Usaha Niaga Digital untuk Anak dan Sosial (PP TUNAS) tersebut menjadi langkah penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak dan remaja, khususnya bagi pengguna media sosial yang masih berusia di bawah 16 tahun.

Kebijakan tersebut juga dianggap relevan dengan kondisi di dunia pendidikan saat ini. Penggunaan gawai dan media sosial yang berlebihan di kalangan pelajar mulai menimbulkan berbagai dampak, mulai dari menurunnya konsentrasi belajar hingga munculnya persoalan sosial di lingkungan sekolah.

“Sering kita menemukan siswa yang kesulitan fokus ketika proses belajar berlangsung. Banyak di antara mereka yang terlalu lama menggunakan gawai untuk bermain game atau media sosial, bahkan hingga larut malam,” ujar Jiacep, pada Sabtu (7/3/2026).

Baca juga:  Pos Ronda - Posyandu Terintegrasi, Strategi Baru Camat Cipayung Perkuat Siskamling, Pemetaan Kerawanan, dan Kesiapsiagaan Warga

Tidak sedikit konflik antar siswa yang bermula dari aktivitas di dunia maya, seperti saling berkomentar di media sosial, unggahan yang memicu kesalahpahaman, hingga perundungan digital.

“Awalnya hanya komentar di media sosial, kemudian berkembang menjadi saling ejek dan berujung konflik di dunia nyata. Ini menunjukkan bahwa ruang digital sangat memengaruhi kehidupan sosial anak-anak,” jelasnya.

Pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dinilai sebagai langkah yang tepat untuk memberikan perlindungan sekaligus ruang tumbuh yang lebih sehat bagi generasi muda.

Pada usia tersebut, anak masih berada dalam tahap pembentukan karakter sehingga membutuhkan pendampingan yang kuat dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.

Fenomena pembatasan penggunaan ponsel di kalangan pelajar sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara di dunia bahkan telah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa di lingkungan pendidikan.

Baca juga:  Konflik di Timur Tengah Tutup Ruang Udara, Direktorat Jenderal Imigrasi Siaga Tangani 2.228 Penumpang Terdampak

Di Finlandia, pemerintah mulai memberlakukan pembatasan penggunaan ponsel di sekolah sejak 2025. Dalam kebijakan tersebut, siswa tidak diperbolehkan menggunakan ponsel selama proses belajar berlangsung, kecuali jika mendapat izin dari guru untuk kebutuhan pembelajaran.

“Langkah serupa juga diterapkan di Belanda. Sejak 2024, pemerintah setempat melarang penggunaan ponsel, tablet, dan smartwatch di ruang kelas sekolah dasar dan menengah agar siswa dapat lebih fokus mengikuti pelajaran,” jelasnya.

Sementara itu di Prancis, larangan penggunaan ponsel di sekolah sudah diberlakukan sejak 2018 untuk siswa hingga tingkat menengah pertama guna mengurangi gangguan belajar sekaligus menekan risiko perundungan digital di kalangan pelajar.

Tak hanya itu, Jiacep juga mengutip data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan sekitar 59 persen siswa mengaku terganggu konsentrasinya karena penggunaan perangkat digital oleh teman sekelas saat pelajaran berlangsung.

Berkaca dari tren tersebut, pemerintah daerah juga dapat mengambil langkah edukatif untuk membantu anak-anak dan remaja mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital.

Baca juga:  Soroti Euforia HUT Depok, Hasbullah Ungkap Dua Isu Sosial yang Tak Boleh Diabaikan

Lebih lanjut, Jiacep mengusulkan agar Kota Depok menggagas sebuah gerakan sosial bertajuk “Sehari Tanpa HP”, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang berusia di bawah 16 tahun.

“Depok sudah memiliki Car Free Day yang cukup positif bagi masyarakat. Akan lebih baik jika ada juga gerakan Sehari Tanpa HP, terutama bagi anak-anak di bawah 16 tahun, agar mereka memiliki waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan keluarga dan teman-temannya,” katanya.

Gerakan tersebut bukan dimaksudkan untuk menolak perkembangan teknologi, melainkan sebagai upaya membangun keseimbangan dalam penggunaan perangkat digital di kalangan generasi muda.

Melalui gerakan itu, anak-anak diharapkan memiliki ruang untuk kembali menikmati aktivitas sosial, bermain, berdiskusi, serta membangun komunikasi langsung tanpa ketergantungan pada gawai.

“Yang kita selamatkan bukan hanya anak-anak dari dampak negatif teknologi, tetapi juga masa depan generasi muda agar tetap tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter,” tutupnya. (el’s)

Latest

Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Kota Bogor | Sketsa Online – Wali Kota Bogor,...

Forkopimda Kota Bogor Jalan Sehat Keliling Kebun Raya, Perkuat Sinergi Jelang May Day 2026

Kebersamaan dan sinergi antarinstansi di Kota Bogor kembali diperkuat....

Kabupaten Bogor Juara 1 Kartini Challenge 2026, Bukti Perempuan Bogor Makin Berdaya dan Inspiratif

JAKARTA | Sketsa Online — Kabupaten Bogor kembali mencatatkan...

Newsletter

Don't miss

Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Kota Bogor | Sketsa Online – Wali Kota Bogor,...

Forkopimda Kota Bogor Jalan Sehat Keliling Kebun Raya, Perkuat Sinergi Jelang May Day 2026

Kebersamaan dan sinergi antarinstansi di Kota Bogor kembali diperkuat....

Kabupaten Bogor Juara 1 Kartini Challenge 2026, Bukti Perempuan Bogor Makin Berdaya dan Inspiratif

JAKARTA | Sketsa Online — Kabupaten Bogor kembali mencatatkan...

Diskominfo Kabupaten Bogor Perkuat Literasi Pelajar Lewat Program OB Van Teman FM Goes To School di SMPN 1 Leuwiliang

LEUWILIANG, Bogor | Sketsa Online – Pemerintah Kabupaten Bogor...

Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Kota Bogor | Sketsa Online – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan pola hidup sederhana bagi Aparatur Sipil Negara...

TP PKK Kota Bogor Bagikan Bingkisan ke Siswa SDN Perwira di Hari Kartini 2026, Dorong Program Minyak Jelantah Jesika

Kota Bogor | Sketsa Online – Dalam momentum peringatan Hari Kartini 2026, Tim Penggerak PKK Kota Bogor menyalurkan bingkisan kepada siswa SDN Perwira sebagai...

Forkopimda Kota Bogor Jalan Sehat Keliling Kebun Raya, Perkuat Sinergi Jelang May Day 2026

Kebersamaan dan sinergi antarinstansi di Kota Bogor kembali diperkuat. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor kompak menggelar jalan sehat mengelilingi Kebun Raya...